Home Politik 13 Gol Dalam 1 Piala Dunia, Rekor Purba Just Fontaine yang Mustahil...

13 Gol Dalam 1 Piala Dunia, Rekor Purba Just Fontaine yang Mustahil Pecah

13 Gol Dalam 1 Piala Dunia, Rekor Purba Just Fontaine yang Mustahil Pecah
Pesepak bola Prancis, Just Fontaine. Foto: FIFA.

Komparatif. ID, Paris— Sebuah rekor sepak bola biasanya tercipta lewat persiapan matang dan fasilitas terbaik. Namun, sejarah mencatat bahwa 13 gol yang dicetak Just Fontaine pada Piala Dunia 1958 lahir dari sepasang sepatu pinjaman di ruang ganti yang darurat.

Bagaimana statistik gila ini bisa bertahan hampir tujuh dekade di tengah modernisasi taktik sepak bola?

Pada Piala Dunia 1958 di Swedia, Fontaine mencetak sejarah besar dengan mengemas 13 gol hanya dalam enam pertandingan. Catatan emas ini menjadi pencapaian yang dinilai mustahil dipecahkan oleh jajaran pesepak bola modern saat ini.

Keberhasilan Fontaine di Swedia dipenuhi kisah unik. Ia mencetak seluruh golnya menggunakan sepatu pinjaman milik rekannya, Stephane Bruey, karena sepatu utamanya rusak sebelum turnamen dimulai.

Hebatnya lagi, seluruh gol tersebut lahir dari skema permainan terbuka, tanpa satu pun dari titik penalti.

Di sepanjang turnamen, Fontaine mencatatkan rata-rata rasio 2,17 gol per pertandingan. Berkat performa luar biasa ini, ia berhasil membawa Prancis meraih posisi ketiga, yang menjadi pencapaian terbaik Les Bleus pada era tersebut.

“Memecahkan rekor saya? Saya rasa itu tidak akan pernah terjadi. Mengapa? Karena di sepak bola modern, mencetak lima atau enam gol dalam satu turnamen saja sudah dianggap sebagai keajaiban besar,” ungkap Just Fontaine pada wawancara resmi bersama FIFA.

Profil Singkat Just Fontaine

Just Fontaine lahir di Marrakech, Maroko, 18 Agustus 1933. Ayah Fontaine bernama Delphin Louis Martin Fontaine, seorang warga negara Prancis yang bermigrasi ke Maroko (saat itu wilayah protektorat Prancis). Delphin bekerja sebagai pejabat mapan di Otoritas Pengendalian Tembakau (Tobacco Control Authority).

Ibu Fontaine bernama Maria Dolores Ortega, seorang perempuan keturunan Spanyol. Kombinasi ini membuat Fontaine tumbuh besar di bawah pengaruh budaya Prancis, Spanyol, dan Maroko.

Baca juga: Borong 2 Gol, Messi Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa di Piala Dunia

Mengingat latar belakang pekerjaan ayahnya yang seorang pejabat pemerintahan, keluarga awalnya menginginkan Fontaine untuk menempuh studi kedokteran dan fokus pada pendidikan formal.

Fontaine menolak keinginan tersebut. Ia memilih mengikuti hasratnya untuk menjadi pesepak bola profesional. Ia memulai karier amatirnya di klub lokal USM Casablanca sebelum akhirnya bakat besarnya dicium oleh pemandu bakat klub Prancis, OGC Nice, pada tahun 1953.

Sebagai pemain bola profesional di zamannya, ia hanya bermain untuk tiga klub peserta Ligue 1 yaitu USM Casablanca, OGC Nice, dan terakhir Stade de Reims. Ia harus lebih cepat pensiun karena mengalami cedera. Just Fontaine pensiun dini di usia 28 tahun akibat cedera patah kaki parah. Wafat pada 1 Maret 2023 di usia 89 tahun.

Statistik Just Fontaine vs Top Skor Modern

Piala Dunia modern memberlakukan pertahanan yang jauh lebih rapat dan taktik yang kompleks, membuat rekor Fontaine semakin sulit dikejar oleh bintang modern:

Just Fontaine (1958): 13 gol / 6 laga (Rasio: 2,17)
Gerd Müller (1970): 10 gol / 6 laga (Rasio: 1,67)
Ronaldo Nazário (2002): 8 gol / 7 laga (Rasio: 1,14)
Kylian Mbappé (2022): 8 gol / 7 laga (Rasio: 1,14)

Reaksi Media Internasional

Kejutan yang dihadirkan Fontaine langsung memicu reaksi besar dari berbagai penjuru dunia saat itu. Media Prancis, L’Équipe, memuji Fontaine sebagai “Sang Penyihir Bersepatu Pinjaman” yang mengangkat harkat sepak bola Prancis.

Sementara itu, media Swedia selaku tuan rumah menyebut ketajaman Fontaine telah meneror lini pertahanan terbaik Eropa Utara. Dari Amerika Selatan, media Brasil bahkan mengakui Fontaine sebagai satu-satunya striker yang mampu menjebol gawang kokoh tim juara mereka di fase gugur.

Distribusi Gol Fontaine di Swedia 1958

Fase Grup: 3 gol (vs Paraguay), 2 gol (vs Yugoslavia), 1 gol (vs Skotlandia)
Perempat Final: 2 gol (vs Irlandia Utara)
Semifinal: 1 gol (vs Brasil)
Perebutan Juara 3: 4 gol (vs Jerman Barat)

Previous articleIndonesia dan Brunei Puncaki Angka Pengangguran Pemuda di Asia Tenggara
Next articleNilai Indeks Pelayanan Publik Bireuen Raih Predikat Sangat Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here