Komparatif.ID, Banda Aceh– Tren fashion di kalangan anak muda mengalami perubahan seiring berkembangnya gaya hidup yang semakin dinamis. Pakaian yang ketat dan kaku yang sebelumnya banyak digunakan kini mulai ditinggalkan. Generasi muda lebih memilih gaya berpakaian yang memberikan kebebasan bergerak, memiliki fungsi yang tinggi, namun tetap mampu menampilkan karakter pribadi yang kuat.
Perubahan pola aktivitas sehari-hari menjadi salah satu faktor yang mendorong lahirnya tren tersebut. Mobilitas yang tinggi, mulai dari bekerja di ruang digital, berkumpul di kafe, hingga menghadiri berbagai kegiatan sosial pada malam hari, membuat gaya berpakaian yang santai atau effortless style semakin diminati.
Pada kalangan wanita muda, tren yang berkembang saat ini ditandai dengan perpaduan antara unsur maskulin dan feminin dalam satu penampilan. Permainan kontras tersebut terlihat dari penggunaan berbagai item dengan karakter yang berbeda namun tetap seimbang.
Celana denim berpotongan lebar atau wide-leg serta kulot longgar menjadi pilihan yang banyak digunakan. Pakaian tersebut biasanya dipadukan dengan kemeja berbahan katun tipis untuk menghadirkan kesan sederhana namun tetap nyaman. Blazer berukuran besar atau oversized juga banyak dipilih karena mampu memberikan kesan profesional sekaligus kasual.
Baca juga: Ini Alasan Tenaga Kesehatan Minta Kepala Puskesmas Peudada Dicopot
Di sisi lain, unsur feminin tetap mendapat tempat melalui kembalinya popularitas rok maksi berbahan renda maupun satin dengan detail yang halus. Menariknya, item yang identik dengan kesan romantis tersebut kini sering dipadukan dengan jaket bomber yang lebih kasual. Perpaduan tersebut menciptakan tampilan yang memadukan sisi tomboi dan feminin dalam satu gaya.
Pilihan warna yang digunakan juga menunjukkan kecenderungan pada estetika quiet luxury atau kemewahan yang tidak mencolok. Warna putih lembut seperti Cloud Dancer, hijau sage, serta coklat pastel menjadi warna favorit karena dianggap mudah dipadukan dan memberikan kesan elegan tanpa terlihat berlebihan.
Sementara itu, tren fashion pria muda juga mengalami perubahan. Gaya berpakaian yang sebelumnya didominasi oleh potongan ketat mulai bergeser menuju siluet yang lebih longgar. Kemeja ready-to-wear dengan model boxy fit dan celana berpotongan lebar kini menjadi pilihan utama, menggantikan dominasi skinny jeans yang sempat populer dalam beberapa tahun terakhir.
Berbagai jenis luaran atau outerwear juga menjadi bagian penting dalam penampilan pria muda. Jaket nilon dengan warna-warna cerah dan tahan cuaca, jaket kulit berpotongan longgar, serta kemeja linen berkerah terbuka atau camp collar menjadi item yang banyak digunakan untuk menciptakan gaya berlapis atau layering.
Selain itu, eksplorasi motif mulai kembali mendapat perhatian. Jika sebelumnya pakaian polos lebih mendominasi, kini motif garis-garis tebal atau bold stripes serta motif etnik bergaya retro mulai hadir sebagai elemen utama dalam penampilan.Fenomena lain yang semakin terlihat di kalangan generasi muda adalah memudarnya batasan gender dalam berpakaian. Konsep genderless fashion semakin diterima dan menjadi bagian dari gaya hidup saat ini. Pria maupun wanita kerap menggunakan item yang serupa, seperti jaket oversized, sweater rajut longgar, hingga celana kargo yang mengutamakan fungsi.
Palet warna bumi yang bersifat universal juga semakin banyak digunakan karena mudah dikenakan oleh siapa saja. Perkembangan tersebut mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda yang semakin mengedepankan kenyamanan, fungsi, serta kebebasan berekspresi dalam menentukan gaya berpakaian mereka.













