
Komparatif.ID, Washington– Persaingan menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026 mulai menemukan bentuknya. Amerika Serikat menjadi tim terbaru yang memastikan tiket ke fase gugur setelah menaklukkan Australia, sementara Turki dan Haiti harus mengakhiri perjalanan lebih cepat. Di Grup C, Brasil kembali ke jalur kemenangan dan Maroko semakin dekat mengamankan tempat di babak berikutnya usai menundukkan Skotlandia, sabtu (20/6/2026).
Amerika Serikat melanjutkan performa impresifnya dengan menundukkan Australia 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Seattle Stadium, Washington. Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil efektif sejak awal dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-11 melalui gol bunuh diri bek Australia, Cameron Burgess, saat berusaha menghalau umpan silang Folarin Balogun.
Keunggulan tuan rumah bertambah menjelang turun minum. Pada menit ke-43, Alex Freeman mencetak gol kedua melalui sundulan setelah memanfaatkan situasi bola liar di depan gawang Australia. Gol tersebut sekaligus menempatkan pemain berusia 20 tahun itu sebagai salah satu pencetak gol termuda Amerika Serikat di sejarah Piala Dunia.
Memasuki babak kedua, Australia mencoba bangkit dengan mengandalkan serangan dari kedua sisi lapangan. Namun, pertahanan Amerika Serikat yang dipimpin Chris Richards dan Tim Ream mampu meredam ancaman lawan hingga pertandingan berakhir.
Baca juga: Portugal Tersandung, Inggris Menggila! Drama Warnai Grup K dan L Piala Dunia 2026
Kemenangan itu membawa Amerika Serikat mengoleksi enam poin dan memastikan posisi puncak klasemen Grup D. Sementara Australia tetap berada di posisi kedua dengan tiga poin.
Pada pertandingan lainnya di Grup D, Paraguay berhasil menjaga peluang lolos usai mengalahkan Turki 1-0 di San Francisco Bay Area Stadium. Gol cepat Matías Galarza pada detik ke-65 menjadi penentu kemenangan wakil Amerika Selatan tersebut.
Turki sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan terus menekan sepanjang pertandingan. Situasi semakin menguntungkan mereka setelah Paraguay kehilangan Miguel Almiron akibat kartu merah pada masa tambahan waktu babak pertama. Meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain selama 45 menit, Turki gagal membongkar rapatnya pertahanan Paraguay.
Hasil itu membuat Turki dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun. Sebaliknya, Paraguay kembali membuka peluang lolos dengan raihan tiga poin dan masih bersaing dengan Australia untuk memperebutkan posisi runner-up.
Dari Grup C, Brasil berhasil menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Haiti 3-0 di Philadelphia Stadium. Matheus Cunha menjadi bintang kemenangan Selecao lewat dua gol yang dicetak pada menit ke-23 dan 36.
Sementara satu gol lainnya disumbangkan Vinicius Junior pada masa tambahan waktu babak pertama.
Tim besutan Carlo Ancelotti tampil dominan sepanjang laga dan hampir menambah gol pada babak kedua melalui Gabriel Martinelli serta Endrick. Namun sejumlah peluang tersebut gagal berbuah gol tambahan.
Kemenangan tersebut membawa Brasil mengoleksi empat poin dan naik ke puncak klasemen Grup C berkat keunggulan selisih gol atas Maroko. Di sisi lain, Haiti menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir dari Grup C setelah gagal meraih poin dari dua pertandingan.Sementara itu, Maroko sukses meraih kemenangan penting atas Skotlandia dengan skor 1-0 di Gillette Stadium, Boston.
Gol tunggal Ismael Saibari yang tercipta pada menit kedua menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Maroko sebenarnya mendominasi permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Namun, mereka gagal menambah keunggulan sehingga harus bertahan menghadapi tekanan Skotlandia pada menit-menit akhir.
Kemenangan itu membuat Maroko mengumpulkan empat poin dan memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka di fase grup Piala Dunia sejak edisi 2022. Singa Atlas kini berada di ambang kelolosan ke babak 32 besar.
Menjelang pertandingan terakhir, persaingan di Grup D akan terpusat pada duel Australia melawan Paraguay yang akan menentukan pendamping Amerika Serikat ke fase gugur. Sementara di Grup C, laga antara Brasil dan Skotlandia diprediksi menjadi penentuan nasib wakil Britania Raya tersebut, sedangkan Maroko hanya membutuhkan hasil positif saat menghadapi Haiti untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.












