
Komparatif.ID, Gorontalo– PT Trans Continent mulai menjalankan program penggemukan sapi di Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Saat ini perusahaan tengah melakukan penggemukan 150 ekor sapi dari target kapasitas kandang yang mencapai 1.000 ekor.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, PT Trans Continent telah membangun kandang, gudang pakan, serta menanam rumput sebagai sumber pakan ternak di kawasan tersebut.
CEO PT Trans Continent, Dr. Ismail Rasyid, S.E., M.MTr., mengatakan perusahaan menjalankan program penggemukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
“Jenis sapi yang dipelihara antara lain sapi Bali, sapi Limousin, sapi Simental, sapi Brahman, dan lain-lain. Sekarang kami lagi ternak 150 sapi. Nanti ditambah menjadi 500 sapi. Kapasitas kandang untuk 1.000 sapi. Kita bergerak secara bertahap, berencana, dan terukur,” kata Ismail Rasyid di Gorontalo, Rabu (10/6/2026).
Menurut Ismail, sapi yang saat ini diternakkan berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, serta sapi lokal.
Ia menjelaskan penambahan populasi sapi dilakukan secara bertahap karena memerlukan waktu untuk proses pengumpulan, pengiriman, serta penyesuaian dengan ketersediaan pakan yang ditanam perusahaan.
Baca juga: CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid Jalani Ujian Terbuka Doktoral Pekan Ini
Dalam operasionalnya, perusahaan juga melibatkan tenaga kerja lokal. Sekitar 100 pekerja dari lingkungan sekitar perusahaan terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari penanaman rumput, pengelolaan pakan, hingga perawatan sapi.
Ismail menuturkan kebutuhan daging sapi terus meningkat sehingga diperlukan upaya untuk mendukung ketersediaan pasokan daging yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, secara nasional Indonesia masih mengalami kekurangan stok daging sapi sehingga sebagian kebutuhan harus dipenuhi melalui impor dari Australia dan negara lainnya.
“Permintaan sapi terus meningkat dan kita butuh daging sehat dan bisa terjangkau oleh warga. Secara keseluruhan, Indonesia kekurangan stok daging sapi sehingga harus diimpor dari Australia dan negara lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan Sulawesi memiliki potensi yang baik untuk pengembangan usaha penggemukan sapi. Salah satu faktor pendukungnya adalah ketersediaan pakan yang berasal dari jagung yang ditanam secara tumpang sari dengan pohon kelapa.
Sejak 2024, PT Trans Continent juga telah mengoperasikan PT Trans Continent HUB Gorontalo yang melayani kegiatan ekspor dan impor komoditas dari Gorontalo. Menurut Ismail, keberadaan usaha penggemukan sapi tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Gorontalo dan masyarakat setempat karena dinilai memberikan dampak positif bagi daerah dan warga sekitar.
PT Trans Continent merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan Royal Group dan bergerak di bidang multimoda transportasi, logistik, serta rantai pasokan. Perusahaan ini memiliki bisnis utama di sektor industri pertambangan, perminyakan, energi, serta perdagangan umum domestik dan internasional.
Saat ini PT Trans Continent memiliki 23 kantor cabang di Indonesia dan tiga kantor cabang di luar negeri, masing-masing di Perth, Australia, Kuala Lumpur, Malaysia, dan Manila, Filipina, dengan jaringan yang tersebar di 80 negara.












