Home News Daerah Satgas PRR Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah di Aceh Tamiang

Satgas PRR Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah di Aceh Tamiang

Satgas PRR Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah di Aceh Tamiang
Menko PMK, Praktikno, didampingi Kasatgas PRR dan juga Mendagri, Tito Karnavian, Kaposwil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, dan Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, saat penyerahan bantuan stimulan perbaikan rumah untuk penyintas di Aceh Tamiang. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Kuala Simpang— Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA, mendampingi Ketua Satgas PRR yang juga Mendagri, Tito Karnavian, bersama Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyerahkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Tahap II di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (21/4/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Tito juga menyerahkan lima unit fire pump kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, sebagai dukungan terhadap upaya pemulihan lingkungan yang dilaksanakan bersama Praja IPDN.

Kaposwil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bantuan stimulan perbaikan rumah merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menegaskan bantuan stimulan perbaikan rumah tersebut diharapkan dapat mempercepat masyarakat untuk kembali beraktivitas secara normal setelah terdampak bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Kaposwil PPR Aceh Dampingi Mendagri Tinjau Huntara di Gayo

“Bantuan ini tidak hanya mencerminkan kehadiran negara, tetapi juga wujud komitmen bersama agar masyarakat segera pulih dan kembali beraktivitas normal,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, total bantuan yang disalurkan mencakup 2.336 unit rumah rusak ringan, 1.722 unit rumah rusak sedang, serta 1.889 unit rumah rusak berat.

Mayoritas kerusakan berada pada kategori ringan, namun tetap membutuhkan penanganan cepat agar tidak berdampak lebih luas terhadap kondisi sosial masyarakat.

Distribusi bantuan difokuskan pada empat kecamatan yang mengalami dampak signifikan, yaitu Kecamatan Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara. Kecamatan Rantau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak, diikuti oleh Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara.

Previous articleData KPK: Pelaku Korupsi Didominasi Laki-Laki
Next articleRespons Masukan GeRAK, Pemkab Bireuen Siap Bentuk UP3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here