Home Ekonomi OJK: Kinerja Keuangan Aceh Menguat, Aset Tembus Rp62 Triliun

OJK: Kinerja Keuangan Aceh Menguat, Aset Tembus Rp62 Triliun

OJK: Kinerja Keuangan Aceh Menguat, Aset Tembus Rp62 Triliun
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Daddi Peryoga. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Kinerja industri jasa keuangan di Aceh dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya aset perbankan, dana pihak ketiga, serta penyaluran pembiayaan yang terus tumbuh.

Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, di Banda Aceh, Senin (16/3/2026).

Daddi mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah sekaligus memperkuat peran perbankan dalam mendorong ekonomi daerah.

Ia menyebutkan kinerja perbankan syariah di Aceh terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi penghimpunan dana masyarakat maupun penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per 31 Januari 2026, total aset perbankan di Aceh tumbuh 19,15 persen menjadi Rp62,23 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,35 persen menjadi Rp44,57 triliun, sementara penyaluran pembiayaan melonjak 52,15 persen menjadi Rp47,41 triliun.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio Non Performing Financing (NPF) tetap terjaga di bawah 5 persen, dengan rasio Finance to Deposit Ratio (FDR) mencapai 106,38 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa dana masyarakat yang dihimpun telah tersalurkan secara optimal dalam bentuk pembiayaan.

Namun demikian, pembiayaan berdasarkan lokasi proyek tercatat lebih tinggi dibandingkan lokasi bank. Per Januari 2026, pembiayaan proyek mencapai Rp53,94 triliun, melampaui pembiayaan berdasarkan lokasi bank sebesar Rp47,41 triliun.

Menurut Daddi, kondisi tersebut mengindikasikan kebutuhan pembiayaan di Aceh masih lebih besar dibandingkan dana yang dihimpun di daerah, sehingga diperlukan peningkatan arus investasi.

Baca juga: OJK Blokir 32.556 Rekening Judi Online, Pelaku Diblacklist Perbankan

Ia menambahkan, perbaikan ekosistem investasi menjadi hal penting untuk menarik investor. Selain itu, lembaga jasa keuangan juga perlu menghadirkan produk pembiayaan yang inovatif dan adaptif.

Pada sektor Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS), aset tercatat Rp917 miliar atau menurun 2,18 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga mencapai Rp565 miliar, sementara pembiayaan sebesar Rp696 miliar. Meski demikian, kualitas pembiayaan menunjukkan perbaikan dengan penurunan rasio NPF dari 13,87 persen menjadi 13,64 persen.

Sektor perusahaan pembiayaan syariah juga mencatat pertumbuhan positif. Penyaluran pembiayaan pada Desember 2025 mencapai Rp5,67 triliun, meningkat dari Rp5,05 triliun pada tahun sebelumnya, dengan rasio NPF tetap terjaga di angka 1,40 persen.

Sementara itu, sektor pasar modal di Aceh mengalami peningkatan signifikan. Jumlah investor hingga Desember 2025 mencapai 224.722 Single Investor Identification (SID), tumbuh 51,96 persen secara tahunan.

Investor saham tercatat sebanyak 88.152 SID dengan nilai transaksi mencapai Rp2,142 triliun atau meningkat 159,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, OJK Aceh terus mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku jasa keuangan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sepanjang 2026, OJK Aceh telah melaksanakan delapan kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau enam segmen prioritas, yakni perempuan, pelajar dan mahasiswa, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, masyarakat umum, serta karyawan, dengan total peserta mencapai 2.528 orang dari tiga kabupaten/kota.

Previous articleBank Aceh Perbarui Action Mobile, Tambah Fitur Keamanan dan Stabilitas
Next articlePerang Iran: Apa yang Terjadi Pada Hari ke-20 Serangan AS-Israel?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here