Home News Daerah Tim PKM Unsam Kembangkan Sistem Informasi Digital Data Warga Terdampak Bencana

Tim PKM Unsam Kembangkan Sistem Informasi Digital Data Warga Terdampak Bencana

Tim PKM Unsam Kembangkan Sistem Informasi Digital Data Warga Terdampak Bencana
Tim PKM Universitas Samudra bersama perangkat desa dan perwakilan masyarakat usai kegiatan sosialisasi dan pelatihan sistem informasi pendataan warga terdampak bencana di Desa Dagang, 14 Februari 2026. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Tamiang— Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Samudra (Unsam) mengembangkan sistem informasi pendataan dan pelayanan administrasi publik bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang pada 14 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dipimpin dosen Chichi Rizka Gunawan bersama tim pengabdian dengan melibatkan perangkat desa serta masyarakat yang terdampak bencana.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem pendataan yang akurat dan terintegrasi dalam proses penanganan serta pemulihan masyarakat setelah terjadinya bencana.

Dalam praktiknya, proses pendataan warga terdampak masih sering dilakukan secara manual. Cara tersebut dinilai berpotensi menimbulkan berbagai kendala, seperti ketidaktepatan data, keterlambatan pelayanan administrasi, hingga kesulitan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Unsam mengembangkan sebuah sistem informasi berbasis digital yang dirancang untuk membantu pemerintah desa dalam melakukan pendataan warga terdampak bencana secara lebih sistematis.

Sistem tersebut memungkinkan pengelolaan data penduduk dilakukan secara terstruktur serta lebih mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan.

Selain berfungsi untuk pendataan, sistem informasi yang dikembangkan juga mendukung berbagai layanan administrasi publik di tingkat desa. Beberapa di antaranya meliputi pembuatan surat keterangan, pendataan penerima bantuan, hingga pemantauan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Baca juga: Tim PKM Unsam Kembangkan Sistem Informasi Sanitasi dan Air Bersih Pascabencana

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian ini diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan, seperti sosialisasi sistem informasi, pelatihan penggunaan aplikasi, serta pendampingan kepada aparatur desa dan perwakilan masyarakat.

Pada tahap sosialisasi, tim pengabdian menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam situasi pascabencana yang membutuhkan respons cepat serta data yang akurat.

Selanjutnya, pada sesi pelatihan, peserta diperkenalkan secara langsung dengan sistem informasi yang telah dikembangkan. Peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan aplikasi, mulai dari proses memasukkan data warga terdampak, pengelolaan administrasi, hingga pembuatan laporan data.

Selama kegiatan berlangsung, perangkat desa dan peserta pelatihan terlihat aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap sistem informasi tersebut karena dinilai dapat membantu pekerjaan administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan sistem digital tersebut, proses pendataan diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan transparan.

Sistem informasi ini tidak hanya diharapkan memberikan kemudahan bagi aparatur desa dalam menjalankan tugas administrasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pendataan yang lebih baik, proses penyaluran bantuan serta pelayanan administrasi kepada warga terdampak bencana diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Chichi Rizka Gunawan berharap pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, terutama dalam situasi penanganan bencana.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya mendukung pemulihan serta pemberdayaan masyarakat terdampak bencana.

Previous articleLambai Oen Peugaga, Kuliner Ramadan Aceh yang Kian Sulit Ditemukan
Next articleSafrizal ZA: Pembangunan Huntap Korban Banjir di Bireuen Dimulai Usai Lebaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here