Home News Bahlil: Stok BBM Aman, Kita Belinya di Asia Tenggara bukan Timteng

Bahlil: Stok BBM Aman, Kita Belinya di Asia Tenggara bukan Timteng

Bahlil: Stok BBM Aman, Kita Belinya di Asia Tenggara bukan Timteng
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Jakarta— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan bahkan telah melampaui batas minimal standar cadangan nasional.

“Jadi kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin. Dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif insya Allah clear,” ujarnya melansir laman Setkab, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pasokan energi nasional masih stabil dan belum mengalami gangguan, meskipun dinamika konflik global berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia.

Bahlil juga menegaskan impor bahan bakar yang dilakukan Indonesia relatif tidak terdampak langsung oleh potensi gangguan di kawasan Timur Tengah. Hal itu karena pasokan bensin yang diimpor Indonesia sebagian besar berasal dari kawasan Asia Tenggara.

“Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu sudah pasti. Sampai dengan 1-2 bulan ke depan insyaallah kita masih clear. Insyaallah tidak ada masalah,” tuturnya.

Baca juga: Polres Pidie Pastikan Stok BBM Aman

Bahlil menjelaskan kemampuan daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini memang terbatas. Kapasitas penyimpanan yang tersedia hanya mampu menampung cadangan hingga sekitar 25 hari.

Karena keterbatasan tersebut, pemerintah menetapkan standar minimal cadangan nasional berada pada kisaran 20 hingga 23 hari.

“Jadi kita tidak bisa katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage,” ujar Bahlil.

Menurutnya, kondisi cadangan BBM saat ini berada pada angka 23 hari, yang berarti sudah berada di atas standar minimal cadangan nasional yang lazim diterapkan. Ia menilai kondisi tersebut masih dalam kategori aman untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Selain memastikan kondisi cadangan saat ini, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pada jalur pasokan energi global. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah agar ketergantungan pada wilayah tertentu dapat dikurangi.

Previous article2 Labu Siam dan Harga Sebuah Nyawa
Next articleRamadan di Tengah Bencana di Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here