
Komparatif.ID, Teheran— Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlanjut hingga hari keenam, Kamis (5/3/2026) waktu setempat. Rentetan serangan terbaru kembali mengguncang ibu kota Teheran dengan ledakan besar yang terdengar sejak tengah malam.
Sejak konflik meningkat pada Sabtu (28/2/2026), serangan yang dilakukan kedua negara tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.045 orang di berbagai wilayah Iran.
Jurnalis Al Jazeera, Tohid Asadi, melaporkan langsung dari Teheran bahwa ledakan besar kembali terdengar pada Kamis dini hari. Menurut laporannya, warga ibu kota Iran kembali terbangun akibat gelombang serangan yang terus berlangsung.
“Warga Iran kembali terbangun pada hari keenam serangan AS dan Israel yang berlanjut,” tulis laporan tersebut.
Asadi juga menyebut gelombang serangan mulai terjadi sejak tengah malam dan ledakan besar terdengar dari arah timur kota. Ia mengatakan getaran dari ledakan bahkan terasa hingga ke lokasi tempatnya berada.
Hingga saat ini belum dapat dipastikan target spesifik dari serangan yang terjadi di Teheran tersebut. Otoritas Iran juga belum memberikan keterangan rinci mengenai lokasi yang menjadi sasaran pemboman pada gelombang terbaru.
Baca juga: 4 Hari Serang Iran, AS Kehilangan Aset Militer Hampir US$2 miliar
Selain di ibu kota, serangan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota yang menjadi basis komunitas Kurdi, termasuk Sanandaj, Saqqez, dan Bukan. Serangan di wilayah-wilayah tersebut menambah panjang daftar kota yang terdampak operasi militer Amerika Serikat dan Israel.
Di tengah gempuran yang terus berlangsung, pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan tetap melancarkan serangan balasan.
Pihak IRGC menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan balasan ke-19 yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Sementara itu, pihak militer Israel mengatakan telah melakukan sejumlah operasi untuk menekan kemampuan militer Iran. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan angkatan udara negaranya telah menyerang dan menghancurkan sebuah platform rudal balistik yang disebut sedang bersiap meluncurkan serangan dari kota Qom.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, Adraee juga menyebut angkatan udara Israel menghancurkan sistem pertahanan udara yang berada di kota Isfahan. Menurutnya, serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan sistem pertahanan Iran sekaligus memperluas kendali udara Israel di kawasan.
Hingga kini, situasi keamanan di berbagai wilayah Iran masih tegang seiring berlanjutnya serangan udara dan operasi militer dari kedua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.












