Komparatif.ID, Yogyakarta— Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam aksi Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Organisasi kemasyarakatan Islam itu menilai tindakan tersebut melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional.
PP Muhammadiyah juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel.
Belasungkawa juga disampaikan kepada para korban akibat serangan balik Iran di beberapa negara Arab.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, mengatakan serangan AS-Israel ke Iran sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia, hukum internasional, serta pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Atas dasar itu, organisasi tersebut menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel.
“Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” terang Syafiq melalui keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Bahlil: Stok BBM Nasional Aman Untuk 20 Hari
Selain itu, PP Muhammadiyah juga mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, menghentikan segala bentuk kekerasan, serta mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah.
PP Muhammadiyah meminta Iran dan negara-negara Arab untuk menahan diri dan mengedepankan dialog agar tidak terlibat dalam konflik yang lebih luas, khususnya di antara sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Organisasi tersebut juga mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, PP Muhammadiyah mengajak seluruh negara, lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, serta kekuatan masyarakat untuk turut menciptakan perdamaian dan keadilan global.
Mereka juga mengimbau agar semua pihak mengecam segala bentuk tindakan yang dinilai semena-mena dan berpotensi menyebabkan kerusakan serta kehancuran peradaban.













