Komparatif.ID, Tapaktuan– Sebanyak 99 Warga Binaan (WB) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tapaktuan menerima Remisi Umum (RU) 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pemberian remisi dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, dalam Upacara Pemberian Remisi yang digelar di lapangan blok hunian Rutan Tapaktuan.
Besaran remisi yang diterima para warga binaan bervariasi, mulai dari satu bulan hingga paling banyak enam bulan, sesuai dengan lamanya pidana yang telah dijalani.
Dari 99 warga binaan yang memperoleh remisi, satu orang mendapatkan remisi selama lima bulan sehingga ia ngsung bebas.
Kepala Rutan Tapaktuan, Muhamad Sukron, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terhadap pelaksanaan pembinaan warga binaan di Rutan Tapaktuan.
Baca juga: Awali Periode Kepemimpinan 2026–2030, Rektor UIN Ar-Raniry dan Istri Dipeusijuek
Menurutnya, pemberian remisi menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan selama warga binaan menjalani masa pidana. Namun, ia menyebut masih terdapat sejumlah kekurangan di Rutan Tapaktuan yang dapat menghambat pelaksanaan pembinaan secara efektif.
“Pemberian remisi umum kepada Warga Binaan ini merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pembinaan, dan saat ini Rutan Tapaktuan terus berupaya untuk memberikan pembinaan terbaik, hanya saja dalam hal ini kami sangat mengharapkan dukungan dari bapak Bupati terkait dengan relokasi Rutan mengingat kekurangan yang ada saat ini dapat menghambat upaya pembinaan yang efektif,” ujar Sukron.
Dalam kesempatan tersebut, Sukron juga membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Pemberian Remisi Umum 2026.
Sementara itu, Bupati Mirwan menyampaikan ucapan selamat kepada warga binaan yang memperoleh remisi. Ia meminta remisi tersebut dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
“Selamat kepada bapak-bapak yang telah memperoleh remisi, jadikan hal ini sebagai motivasi, dan bagi yang belum mendapatkan agar tidak berkecil hati, masih ada kesempatan untuk terus meningkatkan kualitas diri,” kata Mirwan.
Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk memperhatikan masa depan dan keluarga serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berbenah diri.
“Kami mengajak seluruhnya agar peduli terhadap masa depan dan juga keluarga, jadikan masa pembinaan ini sebagai ajang berbenah diri untuk menatap masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
