
Komparatif.ID, Bireuen— 45 KK penyintas bencana hidrometeorologi di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen, Selasa, 17 Februari 2026, makan siang bersama dengan Bupati Bireuen H. Mukhlis, di lokasi Dayah Istiqamatuddin.
Makan siang bersama tersebut dalam rangka makmeugang ubit (meugang kecil) jelang Puasa Ramadan.
Hari itu, terdapat empat ekor lembu yang disembelih sebagai bekal daging meugang untuk 45 KK penyintas bencana hidrometeorologi di desa tersebut. Satu ekor sapi bantuan Presiden. ukurannya yang paling besar. Kira-kira 500 kg berat kotor.
Kemudian satu ekor bantuan dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), satu ekor dari Darut Tauhid Peduli, dan satu ekor dari Yayasan Islam Madinas Bayana.
Sapi bantuan Presiden Prabowo disembelih langsung oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, di lokasi tempat mereka berkumpul. Daging sapi tersebut kemudian dicincang, dan dilumuri bumbu. Setelah prosesi pelumuran bumbu selesai, kemudian dimasak dalam dua belanga besar.
Seluruh proses mulai dari penyembelihan, aduk bumbu, hingga proses memasaknya, dipimpin oleh Bupati Bireuen sebagai kepala koki. Masak-memasak daging merupakan salah satu hobi sang kepala daerah.
Baca juga: KIA Bireuen Antar 100 Paket Daging Meugang Siap Saji untuk Korban Banjir di Salah Sirong Jaya
Daging-daging yang dimasak dalam dua belanga besar itu, tanah sekitar dua jam setelah prosesi memasak dimulai. Para penyintas berkumpul di dekat belanga. Di tangan mereka masing-masing memegang piring. Bupati menaruh kari ke tiap piring warga.
Setelah semuanya merata, mereka pun makan bersama, termasuk Mukhlis, Ketua TP PKK Bireuen Sadriah, dan sejumlah kepala dinas. Makan siang menyantap daging meugang tersebut berlangsung ceria. Warga dan pemimpinnya makan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Setelah makan siang bersama selesai, Ketua TP PKK Bireuen, Sadriah, menyerahkan 45 unit tabung gas elpiji dan kompor kepada setiap KK penyintas.
Di sela-sela acara, Mukhlis mengatakan kehadirannya bersama rombongan di Gampong Alue Kuta, merupakan bentuk empati sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi, baik pangan, layanan kesehatan, maupun kebutuhan anak-anak.
Sejumlah penyintas mengatakan mereka mendapatkan perhatian serius dari Bupati. Sejak awal bencana sampai saat ini, mereka tidak kekurangan apa pun. Logistic pangan selalu tersedia. Tempat tinggal sementara juga layak, dan mereka berharap semoga hunian tetap secepatnya dibangun oleh pemerintah.












