Home News Daerah UIN Ar-Raniry Ajukan Bantuan ke Kemensos agar Mahasiswa Korban Banjir Tak Putus...

UIN Ar-Raniry Ajukan Bantuan ke Kemensos agar Mahasiswa Korban Banjir Tak Putus Kuliah

UIN Ar-Raniry Ajukan Bantuan ke Kemensos agar Mahasiswa Korban Banjir Tak Putus Kuliah
Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman M.Ag saat menyerahkan proposal bantuan untuk mahasiswa korban banjir kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Rabu (28/1/2027).

Komparatif.ID, Jakarta– Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh ajukan permohonan bantuan ke Kementerian Sosial (Kemensos) bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan berisiko tidak dapat melanjutkan studi akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Permohonan bantuan itu diserahkan langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman M.Ag saat menemui Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Rabu (28/1/2027).

Dalam pertemuan itu, Mujiburrahman menyampaikan kondisi terkini mahasiswa UIN Ar-Raniry pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Berdasarkan pendataan internal kampus, tercatat sebanyak 3.531 mahasiswa berasal dari keluarga yang terdampak langsung bencana. Sebagian orang tua mahasiswa kehilangan mata pencaharian, sementara sebagian lainnya masih tinggal di lokasi pengungsian, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak mereka.

Rektor menjelaskan, dalam situasi tersebut mahasiswa tidak mungkin dibebani kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tanpa adanya dukungan dan intervensi dari pemerintah, mahasiswa-mahasiswa tersebut berpotensi menghentikan studi karena keterbatasan biaya.

“Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa tidak mungkin dibebani kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tanpa dukungan, mereka berpotensi menghentikan studi,” kata Mujiburrahman.

Ia juga menekankan dampak bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Ketika memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, beban ekonomi keluarga justru semakin berat.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Prince of Songkla University Thailand

Di sisi lain, perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 tetap berjalan dengan tuntutan akademik dan kewajiban finansial yang tidak bisa dihindari oleh mahasiswa.

Sebelumnya, UIN Ar-Raniry telah menyalurkan bantuan awal kepada mahasiswa terdampak berupa biaya hidup sebesar Rp 200.000 per mahasiswa melalui skema Islamic Trust Fund (ITF).

Bantuan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak pascabencana, namun sifatnya hanya sementara dan belum mampu menjawab kebutuhan jangka menengah hingga panjang.

Untuk memastikan keberlanjutan studi mahasiswa, UIN Ar-Raniry mengajukan proposal bantuan yang mencakup pembiayaan UKT, sewa tempat tinggal, biaya hidup, serta kebutuhan dasar lain yang menunjang kelancaran perkuliahan.
Proposal tersebut tidak hanya disampaikan kepada Kementerian Sosial, tetapi juga diajukan ke Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional, Badan Pengelola Keuangan Haji, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Mujiburrahman menilai keberlanjutan pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Menurut dia, risiko putus kuliah dalam jumlah besar akan berdampak jangka panjang terhadap pembangunan sumber daya manusia di Aceh.

Ia berharap pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait dapat segera merespons usulan tersebut agar mahasiswa terdampak banjir tetap memperoleh hak atas pendidikan tinggi.

“Mahasiswa adalah investasi masa depan. Jika mereka berhenti kuliah karena bencana, dampaknya akan dirasakan bertahun-tahun ke depan,” imbuhnya.

Previous articleIHSG Terjun Bebas, Menkeu Purbaya: Akan rebound
Next articleKiper Timnas Indonesia Maarten Paes Dikabarkan Gabung Ajax

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here