
Komparatif.ID, Nyon— UEFA mengecam rencana FIFA untuk melibatkan investor swasta dalam badan usaha komersial yang menaungi kegiatan komersial dan berbagai turnamen federasi sepak bola dunia tersebut. UEFA mempertimbangkan aksi boikot terhadap kompetisi yang digelar FIFA termasuk gelaran Piala Dunia.
FIFA sebelumnya mengumumkan rencana mencari investasi eksternal melalui badan usaha baru bernama Fifa Forward Enterprise (FFE). Organisasi yang berbasis di Swiss itu menggandeng bank JPMorgan untuk mengumpulkan dana hingga sekitar US$4,2 miliar.
FIFA berencana menjual sekitar 20 persen saham FFE. Badan usaha tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar US$20 miliar dan akan menjadi anak perusahaan yang menaungi operasi komersial serta penyelenggaraan acara FIFA.
Menurut laporan itu, masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA kemungkinan memperoleh saham senilai sekitar £15 juta atau US$20 juta. Asosiasi tersebut dapat mempertahankan saham atau menjualnya untuk memperoleh pendapatan.
Laporan yang sama juga menyebut Infantino diperkirakan akan memimpin perusahaan tersebut sebagai komisaris setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden FIFA. Ia disebut diperkirakan terpilih kembali tanpa lawan hingga 2031.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meningkatkan pemanfaatan aspek komersial dari Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
Baca juga: Pendukung Argentina Minta Final Piala Dunia 2026 Diulang
UEFA Kritik Rencana Infantino
UEFA mengkritik keras rencana Infantino tersebut. Organisasi sepak bola Eropa itu menilai tata kelola sepak bola tidak seharusnya diperlakukan sebagai aset yang dapat diperjualbelikan kepada investor swasta.
“UEFA menanggapinya dengan sangat serius. Begitu pula seharusnya setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Begitu pula seharusnya setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan semua orang yang peduli dengan masa depan permainan ini,” kata UEFA dalam pernyataannya.
Badan konfederasi sepak bola Eropa itu juga mempertanyakan transparansi mengenai pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial dari skema tersebut. Menurut mereka, sepak bola dan tata kelolanya bukan aset yang semestinya diperdagangkan.
“Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan – terutama tanpa transparansi sama sekali mengenai siapa yang diuntungkan secara finansial. Tak satu pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Sepak bola bukanlah milik FIFA untuk dijual,” kata UEFA.












