Komparatif.ID, Banda Aceh— Pasokan semen di Aceh mulai berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan akibat meningkatnya permintaan pada Juli 2026. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyebut kondisi distribusi kini mulai terkendali, seiring penyesuaian pasokan di sejumlah titik.
SIG memperkuat pasokan dengan memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati.
Tambahan pasokan juga dikirim PT Semen Padang sebagai bagian dari sinergi SIG Group untuk mendukung ketersediaan semen di Aceh.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan peningkatan permintaan di sejumlah wilayah Aceh membuat penyerapan stok berlangsung lebih cepat. Perusahaan kemudian memperkuat koordinasi dengan jaringan produksi, distributor, dan mitra logistik untuk menjaga kelancaran distribusi serta memenuhi kebutuhan masyarakat.
“SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati. Sebagai wujud sinergi dalam SIG Group, PT Semen Padang juga mengirimkan tambahan pasokan semen untuk mendukung ketersediaan stok di Aceh,” kata Vita dalam keterangan resminya yang diterima Komparatif.ID, Jumat (28/8/2026).
Selain mengoptimalkan fasilitas produksi dan distribusi di Aceh, SIG melakukan pemantauan rutin terhadap ketersediaan stok dan aktivitas distribusi. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk menjadi dasar pengambilan keputusan terkait penyesuaian pasokan.
SIG juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga distribusi berjalan tertib dan efisien.
Perusahaan mengimbau seluruh mitra penyalur untuk mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab sehingga produk dapat diterima konsumen secara merata.
Vita mengatakan SIG tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan semen akibat meningkatnya permintaan, tetapi juga memastikan harga tidak dinaikkan.
“Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga. Kami mengimbau jaringan distributor untuk mengelola distribusi dengan efektif dan efisien agar harga eceran di toko terkendali dan tetap terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Vita.
Baca juga: Permintaan Naik, SIG Pastikan Pasokan Semen di Aceh Tetap Lancar
Kondisi pasokan yang mulai terkendali disambut positif distributor mitra SIG, salah satunya PT Wadah Suci. Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, mengatakan peningkatan permintaan semen di Aceh terjadi seiring pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah masyarakat pascabencana.
Menurut Emy, lonjakan permintaan terjadi pada Juli 2026. Pada pertengahan hingga akhir Juli, kendaraan pengangkut semen bahkan harus mengantre panjang di pabrik.
“Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk-truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil. Pasokan lancar setiap hari datang. Tapi karena memang permintaan sedang naik, ketika barang datang langsung kami distribusikan,” kata Emy.
Emy mengatakan pihaknya memperoleh tambahan pasokan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar. Tambahan tersebut tidak hanya berasal dari fasilitas SIG di Aceh, tetapi juga dari Pabrik Indarung PT Semen Padang.
Hal senada disampaikan General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana. Menurutnya, peningkatan permintaan semen di Aceh sudah mulai terasa sejak awal tahun dan mencapai puncaknya pada Juli 2026.
“Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman. Dari pihak pabrik juga sudah mengelola dengan baik sehingga lebih teratur,” kata Agam.
Agam menambahkan, penataan yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas membuat pasokan semen berjalan lebih lancar. Ia mengapresiasi upaya perusahaan dalam menjaga ketersediaan pasokan di tengah meningkatnya permintaan.
