Sergio Ramos merupakan nama besar yang tak mungkin dilupakan. Ia merupakan bek Tangguh paling disegani di masanya. Sebagai pemain bertahan, ia tak takut melakukan benturan fisik keras, demi mengamankan wilayahnya dari serangan lawan.
Komparatif.ID, Madrid–Sergio Ramos Garcia lahir 30 Maret 1986 di Camas, Spanyol. Ia memulai karir sepak bola junirnya di klub Sevilla mulai 1996-2003. Setahun kemudian pindah ke Sevilla Atletico. 2004-2005 dia bermain untuk Sevilla. Setahun di tim senior Sevilla, Sergio Ramos dikontrak Real Madrid.
Di Real Madrid dia bermain cukup lama. Mulai tahun 2005 hingga 2021. Selama di Real Madrid, Ramos telah tampil 469, dan mencetak 172 gol. Sejak 2001 hingga 2023 dia bermain untuk Paris Saint Germain (PSG), raksasa Liga Prancis. Kemudian dia kembali ke Sevilla, kemudian pada tahun 2025 bermain untuk Monterey di Meksiko. Di negara itu, Monterey merupakan salah satu klub papan atas.
Sepanjang karirnya sebai bek top, Sergio Ramos dikenal tak mengenal rasa takut. Dia akan menyapu siapapun yang masuk ke lini pertahanannya. Banyak striker top di liga dan Piala Dunia yang telah merasakan keganasan Sergio Ramos.
Baca: Ronaldo Ingin Bermain Bersama Pepe di Al-Nasr
Bagi penggemar sepak bola kelas berat pasti belum lupa dengan insiden yang terjadi pada Final Liga Champions 2018 di Kiev. Saat itu striker Liverpool Mohammed Salah mendapatkan kuncian di lengannya ala judo dan kemudian menjatuhkannya secara paksa.
Dampaknya, Salah harus mengalami dislokasi bahu sangat parah. Ia menangis saat dipaksa keluar lapangan pada babak pertama. Insiden itu hampir membuatnya tidak bermain untuk Piala Dunia 2018.
Messi juga pernah merasakan keganasan Sergi Ramos. Sepanjang Messi masih bermain untuk Barcelona dan Ramos masih di Real Madrid, selama itu pula Messi harus merasakan amukan Ramos.
Masih ingatkan El Clasico tahun 2017? Kala itu Madrid kalah 5-0. Ramos mendapatkan kartu merah karena melakukan tekel dua kaki yang sangat mengerikan. Dia sengaja menebas kaki Messi demi menjatuhkan sang pemain top dunia itu. Pada lag aitu, Sergio Ramos juga mendorong wajah dan menyikut Messi.
Sepanjang karirnya, dia telah mengoleksi 30 kartu merah. 26 di antaranya didapatkan ketika ia membela Real Madrid. Ua kartu merah dia peroleh saat membela PSG, 1 kartu saat membela Sevilla dan kartu ke-30 dia peroleh saat membela Monterrey.
Akan tetapi selama membela Timnas Spanyol, dia tak sekalipun mendapatkan kartu merah. Dia benar-benar disiplin di barisan bawah La Roja. Selama 180 kali penampilannya untuk Tim matador, dia menunjukkan kedisiplinan tinggi, mesi striker lawan tetap waspada.
Selama bermain, ia telah meraih satu trofi Piala Dunia bersama Timnas Spanyol (2010), dan dua trofi EURO (2008 dan 2012.Secara pengaruh, ia merupakan pilar penting golden generation Timnas Spanyol. Di tingkat klub dia telah mempersembahkan empat piala Liga Champions Eropa untuk Real Madrid.
Sergio Ramos Bek Tangguh yang Dipuja Legenda
Sebagai bek tangguh tak tergantikan, Sergio Ramos telah bermain di empat era. Baik di tingkat Timnas Spanyol Maupun di tingkat klub. Ia pernah bersama pemain-pemain top dunia, bermain bersama, menang bersama, dan kalah bersama.
Bagi Anda penggemar Real Madrid, tentu tidak lupa dengan era Galacticos Real Madrid. Saat itu mereka mengumpulkan semua pemain top dunia dalam satu naungan yaitu Real Madrid.
Ketika ia pertama kali bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2005, Sergio Ramos langsung bermain bersama megabintang dunia seperti David Becham, Roberto Carlos, Ronaldo Nazario, Zinedine Zidane, Raul Gonzalez, Michael Owen, dlla.
Pada era keemasan Real Madrid dan rivalitas dunia, Sergio Ramos yang ditunjuk sebagai kapten, mampu membawa klubnya mendominasi Eropa. Saat itu dia bermain bersama peraih Ballon d’Or dan bintang dunia.
Mereka yaitu Cristiano Ronaldo, Luca Modric, Karim Menzema, Toni Kroos, Gareth Bale, Iker Casillas, Mezut Ozil, dan Angel Di Maria.
Ia kemudian pindah ke PSG dan bermain bersama megabintang yang juga trio lini serang paling mematikan di dunia yaitu Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar.
Pengalaman terindah ketika ia menjadi bagian golden generation Spanyol. Ia bermain bersama pemain top seperti para maestro lini tengah Barcelona dan penyerang elite dunia yaitu Andres Iniesta & Xavi HernandezCarles Puyol & Gerard Piqué.kemudian ada juga kiper legendaris Iker Casillas, Xabi Alonso, Sergio Busquet, Frenando Torres, dan David Villa.
Legenda AC Milan dan Timnas Itali,Paolo Maldini memberikan testimoni untuk Sergio Ramos. “Sergio Ramos adalah pewaris saya dalam sepak bola. Dia memiliki segalanya untuk menjadi yang terbaik: kecepatan, kekuatan fisik, teknik, dan dia bermain di klub yang sangat besar. Dia adalah bek terbaik dunia.”













