Komparatif.ID, Lhoksukon— Warga Gampong Rawa Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah bangunan bekas toko, Sabtu (11/4/2026).
Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan seorang warga yang mencium bau tidak sedap saat melintas di lokasi.
Korban diketahui bernama T. Saiful Zainuddin (42), seorang petani asal Gampong Matang Santot. Ia dilaporkan sudah tidak terlihat oleh warga dan keluarga selama sekitar empat hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kasi Humas AKP Bambang menyampaikan mayat pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Musliadi (40), warga Gampong Samakurok.
Saat itu, Musliadi melintas di sekitar lokasi dan mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari dalam bangunan bekas toko tersebut. Merasa curiga, saksi kemudian mendekat dan memastikan sumber bau sebelum akhirnya menghubungi pihak kepolisian.
Baca juga: Wabup Bireuen Buka Pelatihan Menenun, Fokus Cetak Perajin Muda
“Mayat pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Musliadi (40), warga Gampong Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, yang saat itu melintas di lokasi dan mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari mayat,” ujar AKP Bambang, Senin (13/4/2026).
Petugas dari Polsek setempat bersama tenaga medis dari Puskesmas Cempedak segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi dilakukan bersama keluarga korban yang juga telah berada di tempat kejadian. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Gampong Matang Santot untuk dimakamkan.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui hidup seorang diri di kawasan pertokoan Kota Panton Labu setelah bercerai dari istrinya.
Ia memiliki satu orang anak. Dalam beberapa waktu terakhir, korban juga diketahui mengidap penyakit menahun berupa kanker tiroid yang telah memasuki stadium tinggi.
AKP Bambang menjelaskan menurut keterangan orang tua korban, almarhum sebelumnya sempat direncanakan menjalani operasi. Namun, korban memilih meninggalkan rumah sakit karena merasa takut menjalani tindakan medis tersebut.
Kondisi kesehatan korban yang terus menurun diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kematiannya.
Keluarga juga menyebutkan korban terakhir kali terlihat sekitar empat hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Pada momen Lebaran lalu, korban sempat pulang ke rumah orang tuanya di Gampong Matang Santot dan berinteraksi seperti biasa, meski kondisi kesehatannya terlihat menurun.
Dari keterangan warga sekitar dan keluarga, korban memang sering mengeluh sakit, terutama pada bagian leher yang mengalami pembengkakan akibat tumor.
“Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban memang memiliki riwayat tumor kanker di bagian leher dan sering mengeluh sakit. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan,” imbuhnya.













