Komparatif.ID, Banda Aceh– Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memberikan penghargaan kepada almarhum Pratu Galuh Nugraha atas jasa, keberanian, dan pengorbanannya saat membantu kepolisian dalam penindakan terhadap pelaku tindak pidana narkotika di Bireuen.
Penghargaan tersebut diterima orangtua Pratu Galuh Nugraha setelah konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Aula Presisi Polda Aceh, Senin (10/8/2026).
Ruddi mengatakan penghargaan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas keberanian Pratu Galuh Nugraha yang turut membantu personel kepolisian menghentikan kendaraan pelaku narkotika.
“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum Pratu Galuh Nugraha atas jasa dan keberaniannya dalam membantu kepolisian saat melakukan penindakan terhadap para pelaku tindak pidana narkotika,” ujar Ruddi.
Menurut Ruddi, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Saat itu, Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Aceh melakukan penyekatan terhadap kendaraan yang digunakan pelaku di depan SPBU Desa Cot Meurak, Kabupaten Bireuen.
Petugas menggunakan satu unit truk yang diposisikan melintang di badan jalan sebagai barikade. Namun, kendaraan pelaku justru memaksa menerobos penyekatan tersebut.
Baca juga: Kapolda dan Pangdam Takziah ke Rumah Pratu Galuh Nugraha
Dalam upaya melarikan diri, kendaraan pelaku menabrak satu unit sepeda motor hingga terseret cukup jauh. Kondisi tersebut membuat personel mengambil tindakan untuk menghentikan kendaraan sekaligus mengantisipasi risiko yang lebih besar terhadap keselamatan masyarakat dan petugas.
Personel kemudian melepaskan tembakan. Di tengah situasi tersebut, seorang warga yang berada di sekitar lokasi turut membantu personel kepolisian. Warga itu bergerak ke badan jalan dan memindahkan palang besi dari area SPBU untuk dijadikan penghalang kendaraan pelaku.
Belakangan diketahui, warga tersebut merupakan anggota TNI yang berdinas di Satuan Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, Pratu Galuh Nugraha. Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Pratu Galuh kemudian ditemukan mengalami luka dan gugur akibat terkena peluru rekoset.
Atas keberanian dan pengorbanannya, Kapolda Aceh memberikan penghargaan kepada almarhum yang diterima langsung oleh orangtuanya.
“Mari kita doakan, semoga almarhum Pratu Galuh Nugraha ditempatkan yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.
