Home Olahraga Juara Lima Kali Berturut-turut, Perjalanan Bintang Timur Surabaya Menaklukkan PFL 2026

Juara Lima Kali Berturut-turut, Perjalanan Bintang Timur Surabaya Menaklukkan PFL 2026

Komparatif.ID, Yogyakarta– Bintang Timur Surabaya kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah futsal Indonesia setelah memastikan diri sebagai juara Pro Futsal League (PFL) Indonesia musim 2025-2026. Gelar tersebut menjadi yang kelima secara berturut-turut bagi klub asal Jawa Timur setelah menaklukkan Cosmo JNE Jakarta pada partai final Leg 2 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (14/6/2026). Keberhasilan tersebut diraih tidak mudah. Bintang Timur Surabaya harus melalui berbagai tantangan sepanjang musim, termasuk menghadapi kebangkitan luar biasa Cosmo JNE di partai puncak. Namun pengalaman, kualitas individu, dan mental juara yang telah dibangun selama beberapa musim terakhir kembali menjadi pembeda. Pada pertandingan final Leg 2, Cosmo JNE sempat berada di atas angin setelah unggul tiga gol tanpa balas melalui Ruan Nakamatsu pada menit ke-18, Reza Gunawan pada menit ke-22, dan Andri Kustiawan pada menit ke-30. Dalam situasi tersebut, banyak yang menilai momentum pertandingan telah berpihak kepada wakil Jakarta.
Skuad Bintang Timur Surabaya merayakan gelar juara Pro Futsal League 2025-2026 usai memastikan trofi kelima secara beruntun di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (14/6/2026).

Komparatif.ID, Yogyakarta– Bintang Timur Surabaya kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah futsal Indonesia setelah memastikan diri sebagai juara Pro Futsal League (PFL) Indonesia musim 2025-2026. Gelar tersebut menjadi yang kelima secara berturut-turut bagi klub asal Jawa Timur setelah menaklukkan Cosmo JNE Jakarta pada partai final Leg 2 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (14/6/2026).

Keberhasilan tersebut diraih tidak mudah. Bintang Timur Surabaya harus melalui berbagai tantangan sepanjang musim, termasuk menghadapi kebangkitan luar biasa Cosmo JNE di partai puncak. Namun pengalaman, kualitas individu, dan mental juara yang telah dibangun selama beberapa musim terakhir kembali menjadi pembeda.

Pada pertandingan final Leg 2, Cosmo JNE sempat berada di atas angin setelah unggul tiga gol tanpa balas melalui Ruan Nakamatsu pada menit ke-18, Reza Gunawan pada menit ke-22, dan Andri Kustiawan pada menit ke-30. Dalam situasi tersebut, banyak yang menilai momentum pertandingan telah berpihak kepada wakil Jakarta.

Namun Bintang Timur Surabaya menunjukkan mengapa mereka menjadi tim paling dominan di Indonesia dalam lima musim terakhir. Ardiansyah Runtuboy membuka peluang kebangkitan pada menit ke-31. Hanya berselang satu menit, Firman Adriansyah memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti. Ketika tekanan terus meningkat ke pertahanan Cosmo JNE, Samuel Eko justru sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-38.

Puncak drama terjadi satu menit menjelang pertandingan berakhir. gagalnya skema power play yang dimainkan oleh Cosmo, membuat Ahmad Habiebie yang yang berhasil menghalau serangan mencetak gol kemenangan dan mengubah skor menjadi 4-3. Gol tersebut memastikan kemenangan Bintang Timur Surabaya sekaligus mengunci gelar juara musim ini.

Sebelumnya, pada Leg 1 final, Bintang Timur Surabaya sudah mengantongi kemenangan 4-2. Dua gol dicetak Rian Gomes dan dua gol lainnya diborong Samuel Eko. Dengan dua kemenangan pada partai final, BTS mengakhiri musim dengan cara yang sempurna.

Baca juga: Final PFL 2026 Jadi Penentu, Bintang Timur dan Cosmo JNE Berebut Tiket ke Brasil

Perjalanan Berliku Menuju Takhta Juara

Meski berstatus juara bertahan, perjalanan Bintang Timur Surabaya musim ini jauh dari kata mudah. Kompetisi berlangsung sejak 5 Oktober 2025 hingga 24 Mei 2026 pada fase reguler sebelum dilanjutkan dengan babak Final Four pada Juni.

Musim ini juga menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Fafage Banua tampil sangat konsisten sepanjang kompetisi dan berhasil menutup musim reguler di puncak klasemen dengan 55 poin. Black Steel Papua berada di posisi kedua dengan 54 poin, sementara Bintang Timur Surabaya menempati urutan ketiga dengan 52 poin. Posisi terakhir Final Four diamankan Cosmo JNE Jakarta dengan 46 poin.

Meskipun hanya finis di posisi ketiga, statistik menunjukkan Bintang Timur Surabaya tetap menjadi tim paling seimbang. Mereka mencetak 117 gol dan hanya kebobolan 39 kali, menjadikan mereka tim dengan selisih gol terbaik di liga yakni plus 78.

Perjuangan berat dimulai pada babak semifinal ketika BTS harus berhadapan dengan Black Steel Papua. Pada pertandingan pertama, Bintang Timur Surabaya berhasil menang 2-0 dan berada di posisi yang menguntungkan.

Namun Black Steel menunjukkan karakter mereka sebagai salah satu kekuatan besar futsal nasional. Pada pertandingan kedua, klub asal Papua itu menghancurkan BTS dengan skor telak 7-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Setelah tidak ada gol tercipta pada perpanjangan waktu, pertandingan ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen penuh tekanan tersebut, Ahmad Habiebie tampil sebagai penyelamat. Penyelamatan krusialnya membawa Bintang Timur Surabaya menang 5-4 dan melangkah ke partai final.

Sementara itu, Cosmo JNE Jakarta berhasil menyingkirkan pemuncak klasemen reguler Fafage Banua dengan dua kemenangan beruntun. Hasil tersebut memperlihatkan kualitas tim asuhan Motonori Baba yang sepanjang musim dikenal memiliki organisasi permainan dan pertahanan yang sangat disiplin.

Pro Futsal League 2025-2026 menghadirkan persaingan yang menarik sejak pekan pertama. Sebanyak 12 klub berpartisipasi dalam kompetisi musim ini, termasuk dua tim promosi yakni Asahan Allstar dan Raybit FC.

Musim ini juga menjadi tonggak penting bagi futsal Indonesia karena Federasi Futsal Indonesia mulai menerapkan konsep liga tertutup dengan menghapus sistem degradasi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari persiapan ekspansi kompetisi menjadi 16 klub pada musim 2026-2027.

Sepanjang musim reguler, total 929 gol tercipta dari 132 pertandingan. Rata-rata lebih dari tujuh gol per pertandingan menjadi bukti tingginya intensitas dan kualitas serangan yang diperlihatkan klub-klub peserta.

Fafage Banua tampil sebagai tim paling konsisten dengan mengoleksi 18 kemenangan dari 22 pertandingan. Black Steel Papua hanya kalah dua kali sepanjang musim dan menjadi tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit.

Di luar empat besar, Pangsuma FC dan Unggul FC Malang juga memberikan warna tersendiri. Unggul FC bahkan menjadi tim paling produktif dengan mencetak 118 gol. Namun kelemahan di sektor pertahanan membuat mereka hanya mampu finis di posisi keenam.

Sementara itu, dua tim promosi mengalami musim yang sulit. Asahan Allstar hanya mengumpulkan sembilan poin, sedangkan Raybit FC menutup musim di dasar klasemen dengan lima poin.

Keberhasilan Bintang Timur Surabaya musim ini juga tercermin dalam daftar penghargaan individu.

Firman Adriansyah dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) musim 2025-2026. Pemain tim nasional Indonesia itu menjadi otak permainan BTS sepanjang musim. Kemampuannya mengatur tempo, membangun serangan, hingga tampil tenang dalam situasi krusial membuatnya menjadi figur sentral dalam keberhasilan tim.

Firman juga menjadi salah satu pemain penting saat Indonesia mencapai final AFC Futsal Asian Cup 2026. Pengalaman dan kualitas tersebut kembali ia tunjukkan di level klub.

Penghargaan penjaga gawang terbaik diraih Ahmad Habiebie. Kiper berusia 26 tahun tersebut kembali menunjukkan konsistensinya setelah musim lalu juga meraih penghargaan serupa. Selain menjadi benteng terakhir BTS, Habiebie beberapa kali tampil sebagai penentu kemenangan, termasuk saat semifinal melawan Black Steel dan final menghadapi Cosmo JNE.

Di level Asia, Habiebie juga mendapat pengakuan setelah terpilih sebagai kiper terbaik AFC Futsal Asian Cup 2026.

Untuk kategori pencetak gol terbanyak, penghargaan jatuh kepada Wellington Pereira dari Unggul FC Malang. Penyerang asal Brasil itu menjadi ancaman bagi seluruh lawan sepanjang musim dan berperan besar dalam menjadikan Unggul FC sebagai tim paling produktif di liga.

Di bangku pelatih, Reka Cahya Punthoadi menjadi arsitek di balik kesuksesan Bintang Timur Surabaya. Ia berhasil menjaga konsistensi tim yang telah lama berada di puncak sekaligus mempertahankan motivasi skuad yang dipenuhi pemain bintang.

Era Dominasi sang Juara Bintang Timur Surabaya

Lima gelar beruntun yang diraih Bintang Timur Surabaya menjadi pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah futsal Indonesia.

Sejak menjuarai liga pada musim 2021-2022, BTS tidak pernah tergeser dari puncak. Mereka kembali menjadi juara pada musim 2022-2023, 2023-2024, 2024-2025, dan kini 2025-2026.

Dominasi tersebut menempatkan BTS sebagai dinasti baru futsal Indonesia. Sebelumnya, kompetisi sempat dikuasai Electric PLN dan IPC Pelindo II pada era awal. Memasuki dekade berikutnya, Black Steel Manokwari dan Vamos Mataram menjadi kekuatan utama sebelum akhirnya Bintang Timur Surabaya mengambil alih panggung.

Keberhasilan BTS tidak hanya dibangun melalui kualitas pemain, tetapi juga didukung manajemen profesional, perekrutan pemain asing berkualitas, serta pengembangan pemain lokal yang konsisten.

Nama-nama seperti Ardiansyah Runtuboy, Firman Adriansyah, Samuel Eko, Ahmad Habiebie, hingga Rian Gomes menjadi bagian penting dalam perjalanan dominasi tersebut.

Gelar juara Pro Futsal League 2025-2026 tidak hanya menghadirkan kebanggaan di level nasional. Keberhasilan tersebut juga mengantarkan Bintang Timur Surabaya menjadi salah satu wakil Asia pada Intercontinental Futsal Cup 2026 yang akan berlangsung di Pato Branco, Brasil, pada 14 hingga 19 November mendatang.

Turnamen tersebut akan mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai belahan dunia. Bintang Timur Surabaya dijadwalkan bersaing dengan Pato Futsal dari Brasil, Palma Futsal dari Spanyol, Sporting CP dari Portugal, Al-Ula SC dari Arab Saudi, serta juara Copa Libertadores Futsal 2026.

Previous articleSpaceX IPO, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia
Next articleLibatkan Anak Muda dan Organisasi Sipil, Satgas KTR Banda Aceh Perkuat Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here