Home News Daerah Pengetahuan Halal Bikin Konsumen Aceh Lebih Selektif Konsumsi Produk Korea

Pengetahuan Halal Bikin Konsumen Aceh Lebih Selektif Konsumsi Produk Korea

Pengetahuan Halal Bikin Konsumen Aceh Lebih Selektif Konsumsi Produk Korea
Mahasiswa asal Korea Selatan, Kim Young Jae (kiri), bersama Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Eka Srimulyani, saat Yudisium Pascasarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Mahasiswa asal Korea Selatan, Kim Young Jae, mengungkap peran penting aspek kehalalan dalam memengaruhi konsumsi produk Korea di kalangan masyarakat Aceh melalui riset yang ia lakukan saat menempuh studi Magister Ekonomi Syariah di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Temuan tersebut mengindikasikan semakin tinggi pemahaman konsumen terkait aspek halal, semakin selektif mereka dalam memutuskan untuk mengonsumsi produk Korea yang beredar di pasaran.

Kim menjadi salah satu dari 147 mahasiswa yang mengikuti yudisium yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Sabtu (13/6/2026). Jumlah tersebut terdiri atas 110 lulusan program magister dan 37 lulusan program doktor dari berbagai program studi.

Ketertarikannya terhadap perkembangan budaya Korea atau Korean Wave di Indonesia, khususnya Aceh, mendorong Kim mengangkat penelitian berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Aceh terhadap Produk Korea (Studi Penelitian terhadap Kehalalan dan Kepuasan Konsumen).”

Melalui penelitian tersebut, Kim menganalisis pengaruh faktor kehalalan, religiusitas, kepuasan konsumen, serta lingkungan sosial terhadap keputusan masyarakat Aceh dalam mengonsumsi produk-produk Korea.

Penelitian yang melibatkan 204 konsumen Muslim di Aceh itu menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB).

Kajian tersebut meneliti hubungan antara norma subjektif, sikap, persepsi kontrol perilaku, pengetahuan kehalalan, religiusitas, kepuasan konsumen, niat, dan perilaku konsumsi.

Hasil penelitian menunjukkan norma subjektif, sikap, persepsi kontrol perilaku, dan niat memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi produk Korea di kalangan masyarakat Muslim Aceh.

Sementara itu, religiusitas dan kepuasan konsumen tidak memberikan pengaruh langsung terhadap perilaku konsumsi.

Baca juga: IAN UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama Multibidang dengan Kampus Tertua Korea Selatan

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pengetahuan mengenai kehalalan produk memiliki pengaruh negatif yang kuat terhadap perilaku konsumsi produk Korea.

Temuan itu menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan konsumen terkait aspek halal suatu produk, semakin selektif mereka dalam memutuskan untuk mengonsumsi produk-produk Korea yang beredar di pasaran.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani, mengatakan kehadiran mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Pascasarjana UIN Ar-Raniry merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperluas jejaring akademik internasional.

Menurutnya, keberhasilan Kim Young Jae menyelesaikan studi menunjukkan bahwa UIN Ar-Raniry semakin dikenal dan diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara.

Ia menilai kesiapan Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam menerima mahasiswa internasional didukung oleh kerja sama dan keseriusan seluruh pihak, mulai dari pimpinan, dosen, tim program studi, hingga tenaga kependidikan.

“Kehadiran mahasiswa asing yang berkuliah di Pascasarjana UIN Ar-Raniry akan semakin menguatkan langkah kampus menuju global outreach. Kami berharap semakin banyak mahasiswa internasional yang memilih UIN Ar-Raniry sebagai tempat studi dan pengembangan akademiknya,” ujar Eka, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan, interaksi antara mahasiswa lokal dan internasional tidak hanya memperkaya pengalaman akademik, tetapi juga memperkuat pertukaran perspektif lintas budaya dan keilmuan.

Menurutnya, riset yang dilakukan Kim Young Jae menjadi contoh bagaimana mahasiswa internasional dapat menghasilkan kajian yang relevan dengan konteks lokal sekaligus memiliki perspektif global.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman MAg, mengatakan meningkatnya jumlah mahasiswa internasional dan kerja sama akademik lintas negara merupakan bagian dari transformasi kampus menuju perguruan tinggi Islam yang berdaya saing global.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi indikator meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas pendidikan di UIN Ar-Raniry.

“Keberadaan mahasiswa internasional tidak hanya memperkuat reputasi akademik kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat global,” kata Mujiburrahman.

Pada yudisium kali ini, Pascasarjana UIN Ar-Raniry juga meluluskan enam mahasiswa perdana program double degree internasional hasil kerja sama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) yang didanai melalui Beasiswa LPDP.

Previous articleHasil Piala Dunia 2026: Jerman Libas Curaçao, Jepang Paksa Belanda Berbagi Poin
Next articleSpaceX IPO, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here