BREAKING
Daerah

Pemkab Bireuen dan MDMC Tanam 700 Jeruk Bali di Pante Lhong

Pemkab Bireuen dan MDMC Tanam 700 Jeruk Bali di Pante Lhong
Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, saat penanaman simbolis bibit Jeruk Bali Giri Matang bantuan MMDC PW Muhammadiyah DIY. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Sebanyak 700 bibit Jeruk Bali varietas Giri Matang ditanam di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Senin (7/9/2026). Penanaman tersebut merupakan bantuan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam mendukung pemulihan sektor pertanian masyarakat terdampak banjir.

Penanaman dilakukan secara simbolis Bupati Bireuen H. Ir. Mukhlis diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, bersama perwakilan MDMC dan Keuchik Gampong Pante Lhong.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Revitalisasi Komoditas Jeruk Bali dalam kerangka Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Banjir Aceh yang digagas MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Mulyadi, Camat dan unsur Forkopimcam Peusangan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bireuen, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Peusangan, perwakilan MDMC dan LAZISMU, Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bireuen, Keuchik Pante Lhong, unsur masyarakat dan kelompok tani, serta Tengku Dayah Raudhatul Ma’arif.

Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto, mengatakan pengembangan Jeruk Pamelo menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat Gampong Pante Lhong. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan lahan sawah dan kerusakan irigasi akibat bencana.

Menurutnya, tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor perkebunan membuat petani membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan Dinas Pertanian dan Perkebunan melalui program stimulan serta rehabilitasi sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, SE., MM, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan Jeruk Pamelo Giri Matang sebagai produk hortikultura ikonik dan ciri khas daerah.

Komitmen tersebut disampaikan setelah penetapan nama dan status Jeruk Pamelo rampung ditandatangani pada Desember 2024, setelah melalui proses yang berlangsung sejak 2018.

Mulyadi mengatakan Pemkab Bireuen juga telah menyiapkan langkah pemulihan terhadap perkebunan hortikultura yang terdampak banjir. Jeruk Pamelo menjadi salah satu komoditas yang mengalami dampak paling parah akibat bencana tersebut.

Setelah sebelumnya memprioritaskan penanganan sektor persawahan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen mengalokasikan sekitar 2.000 bibit Jeruk Pamelo yang dijadwalkan disalurkan pada November mendatang.

Baca juga: Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung

Bibit tersebut akan diberikan kepada desa-desa prioritas, termasuk Gampong Pante Lhong dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Peusangan.

Selain bantuan bibit, pemerintah daerah juga telah menyusun skema perbaikan dan rehabilitasi perkebunan untuk jangka panjang selama masa pemulihan hingga 2027.

Sekda Bireuen Ismunandar dalam sambutannya mengatakan kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan perhatian terhadap kerja para relawan di tingkat gampong dalam membantu masyarakat terdampak banjir.

Menurutnya, kerja sama yang dilakukan MDMC dan masyarakat menjadi bagian dari upaya membantu proses pemulihan pascabencana.

“Ini suatu bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten Bireuen, dalam hal ini Bupati beserta jajarannya terhadap program atau kegiatan ini. Ini suatu penghargaan, suatu penilaian yang tidak bisa diukur,” ucap Ismunandar.

Pemkab Bireuen berharap kolaborasi dengan Muhammadiyah dapat terus berlanjut. Pemerintah daerah juga membuka peluang bagi Pengurus Muhammadiyah DIY maupun Pimpinan Muhammadiyah di tingkat pusat untuk membawa program pemberdayaan lainnya ke Bireuen.

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim relawan MDMC dan jajaran pimpinan Muhammadiyah atas kontribusi dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *