Home Opini Messi dan Yamal, 2 Era Dalam Satu Bingkai

Messi dan Yamal, 2 Era Dalam Satu Bingkai

Messi dan Yamal, 2 Era Dalam Satu Bingkai

Messi dan Yamal merupakan dua sosok dari era berbeda. Sejarah yang mengikat mereka menjadi sosok yang saling menghormati. 

Piala Dunia 2026 merupakan pentas terakhir bagi Leonel Messi sebagai pemain di FIFA World Cup. Umurnya telah mencapai 39 tahun. ia telah menjelma sebagai simbol baru sepak bola Argentina, menggantikan Maradona. Demikian pendapat saya.

Tapi tulisan ini tidak hendak mengulik lebih jauh tentang kiprah Leonel Messi. Karena apa pun itu, tiga kali tampil di final Piala Dunia telah menjadi fakta tak terbantahkan bahwa dia memang hebat. Menjadi pemain terbaik pada Pildun 2014, kemudian memimpin negaranya menjuarai Pildun 2022 di Qatar kemudian ia juga didapuk sebagai pemain terbaik turnamen. Dan di usia senjanya sebagai pemain bola, ia kembali mencapai final, dan sumbangsihnya untuk Argentina juga sangat besar kali ini.

Dunia sepak bola selalu melahirkan kejutan. Sebagai sebuah industri besar dengan top turnamennya bernama Piala Dunia FIFA, telah menoreh banyak sejarah. Termasuk pertemuan tak sengaja antara Messi dan Yamal.

Tahun 2007, saat itu koran Diario Sport dan Unicef menggelar undian amal bagi keluara kurang mampu di Roca Fonda, Mataro, Catalonia, Spanyol. Undian itu dimenangkan oleh Mounir Nasraoui dan Sheila Ebana. Pasangan imigran asal Maroko dan Guinea Khatulistiwa. Mereka orangtua Yamal.

Bayi Yamal yang baru berusia beberapa bulan, difoto bersama Leonel Messi yang kala itu sudah berusia 20 tahun. Messi saat itu sudah menjadi peraih peringkat ketiga Ballon d’Or 2007, Ballon d’Or 2007, dan tentunya bintang besar Barcelona.

Fotografer Joan Monfort mengabadikan moment Messi yang masih malu-malu, memandikan Yamal di dalam bak plastic warna biru muda. Foto itu dijadikan bahan kampanye Unicef.

Waktu terus berdetak, hari berhanti malam, bulan berganti tahun. era pun berubah.Pada usia 7 tahun di tahun 2014, Yamal bergabung ke akademi La Masia, tempat Messi membangun mimpinya di masa lalu. April 2023, ia bergabung dengan skuad utama Barcelona, memulai kiprah domestik dan internasionalnya.Ia bergabung setelah dua tahun Messi pamit dari klub hebat tersebut.

Pada Juli 2025, Yamal mewarisi nomor punggung 10, yang sebelumnya dipakai oleh Ansu Feti, pengganti Messi. Karena badai cedera pemain tersebut tak bisa meneruskan kiprahnya di Barca. Posisi Messi dan Yamal juga sama, penyerang sayap.

Akhir Awal Messi dan Yamal

Piala Dunia 2026 merupakan momen pertama Yamal bermain di pentas tertinggi internasional. saat mereka bertemu di final ini, Messi akan mengakhirnya, dan Yamal baru memulai. Saat ini usia Yamal 19 tahun, Messi 39.

Yamal dan Messi bertemu dalam momen tak sengaja, kemudian “membangun hubungan” yang juga tak sengaja. Tidak pernah bertemu sebelumnya di lapangan hijau baik sebagai mitra maupun sebagai seteru.

Dan moment besar itu akan terjadi. Yamal dan Messi akan bertemu dan akan saling mengalahkan pada Final Piala Dunia 2026, di Stadion MetLife, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026. Di hadapan 80 ribu penonton Argentina dan Spanyol akan saling menggempur.

Perhelatan itu menjadi pertemuan perdana antara Messi dan Yamal, sekaligus pertemuan terakhir. Mereka datang, bertemu, dan kemudian berpisah. Siapa yang akan menjadi yang terbaik setelah goyang pinggul belly dancing Shakira menghentak penutupan Piala Dunia 2026.

Turnamen hanya menghasilkan satu juara. Siapapun yang menjadi juara, kita jangan pernah lupa bahwa Messi dan Yamal merupakan dua ikon sepak bola dari generasi yang berbeda, tapi mampu menjadi pusat perhatian berkat prestasi, bukan sensasi.

Previous articleMessi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026 usai Comeback di Menit Akhir
Next articleYah Fud Usulkan Pembersihan Lumpur Waduk Paya Laot Masuk APBA-P 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here