Friday, 16 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Wisata

Masjid Oman, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Banda Aceh

Masjid Oman, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Banda Aceh
Masjid Oman Al-Makmur Lampriet. Foto: Komparatif.ID/Rizki Aulia Ramadan.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, perjalanan tidak harus berhenti pada wisata alam dan kuliner. Wisata religi juga menjadi pilihan yang masuk akal, terutama karena kota ini memiliki sejumlah masjid dengan arsitektur yang indah sekaligus nyaman untuk beribadah. Salah satunya adalah Masjid Oman Al-Makmur yang berlokasi di Jalan Taman Ratu Syafaruddin, Gampong Bandar Baru, Lampriet.

Masjid Al Makmur kenal luas sebagai salah satu ikon wisata religi di ibu kota Provinsi Aceh. Warga setempat lebih akrab menyebutnya Masjid Oman, nama yang lahir dari kisah pembangunan kembali setelah bencana tsunami yang menyapu pesisir Aceh.

Sejarah masjid ini melekat erat dengan perjalanan Kota Banda Aceh. Bangunan ini awalnya didirikan secara gotong royong oleh masyarakat pada 1979 dan dikenal dengan nama Masjid Baitul Makmur.

Ketika tsunami melanda Aceh pada 2004, bangunan masjid mengalami kerusakan parah. Atapnya roboh dan tiang-tiangnya patah sehingga tidak lagi layak digunakan.

Bantuan kemudian datang dari Pemerintah Kerajaan Oman yang dipimpin Sultan Qaboos bin Said. Dengan dana bantuan sekitar Rp17 miliar, masjid ini dibangun kembali dengan memadukan arsitektur Timur Tengah dan sentuhan modern. Semua proses pembangunan, mulai dari desain hingga pendanaan ditangani sepenuhnya oleh Pemerintah Oman

Pembangunan rampung pada 2008, dan masjid kembali berdiri dengan nama Masjid Agung Al-Makmur. Karena peran besar Oman dalam proses tersebut, masyarakat pun lebih sering menyebutnya Masjid Oman hingga kini.

Dari segi bangunan, masjid ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 7.500 meter persegi. Luas bangunannya berkisar 1.600 hingga 1.800 meter persegi dan mampu menampung hingga 2.000 jamaah.

Gaya khas masjid Timur Tengah terlihat dari dua menara yang menjulang serta satu kubah besar yang menjadi penanda utama bangunan. Di bagian dalam, pengunjung dapat menikmati permadani yang terhampar di lantai, serta ornamen dan kaligrafi Al-Qur’an yang menghiasi dinding dan langit-langit.

Pohon kurma yang mengelilingi masjid menambah nuansa yang berbeda dari kebanyakan masjid di Aceh.

Dari sisi kenyamanan, pengelola telah melengkapi masjid dengan kamera pengawas atau CCTV. Area parkir sepeda motor juga tersedia cukup memadai, lengkap dengan petugas yang mengatur lalu lintas kendaraan. Di bagian luar, taman yang asri membuat suasana di sekitar masjid terasa teduh sehingga cocok untuk bersantai setelah beribadah.

Fungsi masjid ini pun tidak berhenti pada ibadah harian. Masjid Agung Al-Makmur kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan besar di Banda Aceh, seperti pekan budaya dan acara tilawatil Qur’an.

Masjid ini juga cukup diminati sebagai tempat akad nikah. Calon pengantin bahkan disebut harus mendaftar jauh-jauh hari agar bisa melangsungkan pernikahan di sini.

Masjid Oman Al-Makmur Lampriet. Foto: Komparatif.ID/Rizki Aulia Ramadan.

Selain itu, tersedia pula fasilitas pendukung berupa perpustakaan, aula serbaguna, dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk pendidikan agama Islam. Kehadiran fasilitas tersebut membuat masjid ini tidak hanya relevan bagi pelancong, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin memperdalam wawasan keagamaan sambil menikmati keindahan arsitekturnya.

Bagi pengunjung yang berencana menghabiskan waktu lebih lama, kawasan di sekitar masjid menawarkan beragam pilihan kuliner khas Aceh di sejumlah rumah makan dan restoran.

Hotel dan penginapan juga tersedia di sekitar lokasi termasuk penginapan milik Masjid Oman sendiri, sehingga kunjungan ke masjid dapat dipadukan dengan pengalaman menikmati hidangan lokal dan beristirahat dengan nyaman.

Dengan sejarah panjang, nilai budaya, serta keindahan arsitekturnya, Masjid Agung Al-Makmur Lampriet menjadi salah satu tujuan yang layak masuk dalam agenda perjalanan ke Banda Aceh.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *