Home News Daerah LP2A: Terlalu Dini Menilai Kinerja Kadisdik Aceh yang Baru Dilantik

LP2A: Terlalu Dini Menilai Kinerja Kadisdik Aceh yang Baru Dilantik

Pemerintah Terbitkan Skema Pembelajaran Selama Ramadan 2026 Kadisdik Baru Aceh Hadapi Beban Lama Pendidikan
Ilustrasi. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A), Dr. Samsuardi, meminta publik bersikap objektif dan memberi waktu kepada Murthalamuddin yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh definitif.

Ia mengatakan penilaian bahwa Murthalamuddin gagal memperbaiki mutu pendidikan Aceh terlalu prematur, mengingat pelantikan tersebut baru berlangsung pada Jumat malam, 27 Februari 2026 lalu.

Menurut Dr. Samsuardi, rendahnya nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan capaian UTBK-SNBT siswa Aceh saat ini merupakan akumulasi persoalan lama yang tidak bisa serta-merta dibebankan kepada pejabat yang baru menjabat dalam hitungan hari.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “warisan buruk” dari kepemimpinan sebelumnya yang dinilai belum mampu melakukan perbaikan mutu pendidikan secara mendasar.

Samsuardi mengatakan anjloknya nilai TKA 2025 bukanlah kesalahan Murthalamuddin, melainkan dampak dari kinerja para kepala dinas terdahulu, mulai dari era Rahmat Fitri, Alhudri, hingga Martunis.

Dalam rentang waktu 2020 hingga 2025, rata-rata capaian nilai UTBK pada SNBT disebut tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

“Kinerja Kadisdik sebelumnya terkesan ugal-ugalan dalam mengurusi pendidikan. Dengan anggaran mencapai Rp3 triliun per tahun, faktanya mereka gagal memperbaiki mutu. Sekarang, beban itu jatuh ke tangan Murthalamuddin. Kita harus fair, ini masalah menahun yang diwariskan kepada beliau,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Kondisi pendidikan Aceh semakin kompleks pada masa transisi ketika Murthalamuddin menjabat sebagai Pelaksana Tugas sejak 15 Oktober 2025. Pada akhir tahun 2025, Aceh dilanda bencana banjir dan longsor yang berdampak luas terhadap infrastruktur pendidikan.

Berdasarkan data lapangan, ribuan sekolah mengalami kerusakan, termasuk ratusan SMA dan SMK. Kerusakan tersebut membuat proses pembelajaran tidak berjalan normal.

Dalam situasi itu, fokus Dinas Pendidikan terserap pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai langkah awal pemulihan sarana dan prasarana.

Baca juga: Sekolah Masih Berlumpur, Disdik Aceh Kebut Pemulihan Agar Belajar Kembali Normal

Dengan kewenangan terbatas sebagai Plt dan kondisi anggaran di penghujung tahun, LP2A menilai Murthalamuddin tetap mampu menjalankan sejumlah agenda penting.

Salah satu capaian yang diapresiasi adalah penyelesaian rekrutmen ratusan kepala sekolah SMA dan SMK yang sebelumnya tertunda. Proses tersebut disebut sebagai pekerjaan rumah dari kepemimpinan sebelumnya yang belum terselesaikan.

“PR rekrutmen ratusan kepala sekolah ini adalah warisan dari Kadisdik sebelumnya, Martunis, yang tidak kunjung selesai. Namun, dalam masa jabatan Plt yang singkat, Murthalamuddin sukses menuntaskannya. Ini langkah konsolidasi internal yang sangat penting,” kata Samsuardi.

Setelah melalui proses evaluasi dan seleksi, Murthalamuddin akhirnya dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh definitif pada 27 Februari 2026. LP2A berharap dengan status definitif tersebut, ia dapat segera mengambil langkah strategis untuk memperbaiki capaian nilai UTBK dan TKA yang selama ini terpuruk.

Samsuardi mengajak semua pihak untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja Kadisdik secara proporsional. Ia menekankan pentingnya evaluasi berbasis data dan kinerja, bukan pada preferensi pribadi.

“Kita berikan waktu setidaknya satu tahun ke depan untuk membuktikan kinerjanya. Evaluasi harus dilakukan secara objektif, bukan berdasarkan like and dislike,” tegasnya.

Previous articleIsrael Kerahkan 100 Ribu Pasukan Cadangan untuk Perluasan Serangan
Next articleUII Desak Indonesia Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran serta Mundur dari BoP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here