Home News Daerah Khawatir Dampak Konflik AS-Iran, Antrean BBM Mengular di Bireuen

Khawatir Dampak Konflik AS-Iran, Antrean BBM Mengular di Bireuen

Khawatir Dampak Konflik AS-Iran, Antrean BBM Mengular di Bireuen
Warga sedang antri mengisi BBM di SPBU Karing, Kecamatan Peudada, Bireuen, Kamis (5/3/2026). Foto: Komparatif.ID/Rizal Bank Pineung.

Komparatif.ID, Bireuen— Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) terlihat memanjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Kabupaten Bireuen, Kamis (5/3/2026). Di SPBU Karing, Kecamatan Peudada, antrean kendaraan roda dua bahkan terlihat mencapai puluhan meter dari lokasi pengisian.

Salah seorang warga yang ikut mengantre adalah Abarahman, warga Blang Bati, Kecamatan Peudada. Ia datang ke SPBU Karing untuk mengisi bahan bakar kendaraan roda dua miliknya.

Abarahman mengatakan ia khawatir jika konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berlangsung lama dan ditutupnya selat Hormuz berdampak pada kelangkaan pasokan BBM.

Selain itu, ia juga mengaku mendengar kabar yang beredar di berbagai platform media mengenai stok bahan bakar di Indonesia. Dalam informasi yang beredar tersebut disebutkan bahwa cadangan BBM hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar dua puluh hingga dua puluh lima hari.

Menurutnya, situasi saat ini berbeda dengan kondisi ketika terjadi banjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu.

Pada saat itu, kata dia, kelangkaan BBM hanya terjadi di wilayah terdampak karena akses distribusi terputus, sementara ketersediaan stok secara umum masih aman.

Pengalaman masa lalu juga membuatnya lebih waspada. Ia mengingat pernah merasakan dampak kelangkaan BBM saat berada di dataran tinggi Gayo. Pada waktu itu, kondisi tersebut berlangsung lebih dari satu bulan. Ia mengatakan warga harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer untuk menjual hasil kebun sekaligus membeli kebutuhan pokok.

Menurut Abarahman, keluarganya di wilayah tersebut bahkan sempat menghubunginya melalui telepon seluler untuk mengingatkan agar tetap waspada terhadap perkembangan situasi saat ini.

“Saat ini saya mengisi penuh BBM dan membatasi bepergian jika tidak perlu. Saya prioritaskan hanya untuk bekerja mencari nafkah serta membeli kebutuhan dapur dan kebutuhan lainnya,” ujar Abarahman sebelum meninggalkan lokasi SPBU, Kamis.

Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Mulai Impor Minyak Mentah dari AS

Sementara itu, Pengawas SPBU Karing Peudada, Basriadi, menjelaskan terjadi peningkatan penjualan bahan bakar jenis Pertalite pada Kamis, 5 Maret 2026. Ia menyebutkan penjualan Pertalite pada hari tersebut mencapai delapan ton.

Antrian BBM kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU Reuleut Kota Juang, Bireuen, Kamis (5/3/2026). Foto: Komparatif.ID/Rizal Bank Pineung.
Antrian BBM kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU Reuleut Kota Juang, Bireuen, Kamis (5/3/2026). Foto: Komparatif.ID/Rizal Bank Pineung.

Menurut Basriadi, pada hari-hari biasa penjualan Pertalite berkisar sekitar dua ton per hari, dan paling tinggi mencapai empat ton. Kondisi serupa juga terjadi pada solar yang pada hari itu tercatat habis terjual sebanyak delapan ton.

Ia mengatakan selama lima belas hari awal Ramadan biasanya penjualan justru lebih rendah, hanya sekitar dua hingga tiga ton per hari. Sementara untuk Pertamax, penjualannya masih relatif stabil di angka sekitar empat ratus liter per hari.

Basriadi juga menjelaskan jam operasional SPBU tersebut. Pada hari biasa, SPBU mulai beroperasi pukul 06.00 hingga pukul 24.00. Namun selama Ramadan, operasional diperpanjang dari pukul 06.00 hingga sekitar pukul 02.00 dini hari, tergantung jumlah pelanggan. Jika situasi sudah sepi, SPBU biasanya ditutup sekitar pukul 01.00.

Ia menambahkan saat ini stok Pertalite dan solar di SPBU tersebut sudah habis terjual. Meski demikian, untuk pesanan pasokan ke depan masih tetap mengikuti jadwal pengiriman seperti biasanya setiap hari.

Pantauan di lokasi lain menunjukkan kondisi serupa. Di SPBU Reuleut, Kecamatan Kota Juang, antrean kendaraan roda dua terlihat memanjang hingga mencapai jalan nasional Banda Aceh–Medan.

Sementara antrean kendaraan roda empat tampak melingkari area SPBU hingga mengarah ke bagian timur jalan nasional.

Previous articleSelat Hormuz Ditutup, Indonesia Mulai Impor Minyak Mentah dari AS
Next articleAntrean BBM Padati Sejumlah SPBU di Banda Aceh Sejak Pagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here