BREAKING
Daerah

Kemenhut Prioritaskan Aceh dalam Program Pusgenri 2026

Kemenhut Prioritaskan Aceh dalam Program Pusgendri 2026
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Luckmi Purwandari, bersama peserta bimtek dan pejabat terkait. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen– Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memprioritaskan Provinsi Aceh sebagai penerima Program Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) 2026. Program tersebut menyasar generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan sekaligus mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis kehutanan secara berkelanjutan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan BP2SDM, Lukmi Purwandasari, mengatakan Aceh dipilih sebagai salah satu wilayah prioritas karena rentan terhadap bencana serta potensi sumber daya hutan yang besar.

Hal itu disampaikan Lukmi saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan Kehutanan tahap kedua yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Peudada, Kabupaten Bireuen, Selasa (1/9/2026).

Untuk tahap awal, terdapat sembilan kabupaten/kota di Aceh yang menjadi penerima manfaat program. Penerima manfaat pertama meliputi Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh.

Penerima manfaat kedua terdiri atas Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kota Lhokseumawe. Sementara penerima manfaat ketiga mencakup Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Lukmi mengatakan target tahun pertama program tersebut mencapai 74 juta generasi muda di seluruh Indonesia. Para generasi muda itu diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan hutan di lingkungan masing-masing secara turun-temurun.

Baca juga: Ini 3 Kabupaten Kehilangan Tutupan Hutan Tertinggi di Aceh pada 2025

Menurutnya, Bimtek juga diarahkan untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan mencintai alam. Materi yang diberikan mencakup konservasi satwa, konservasi tanaman hutan, serta pencegahan kebakaran hutan.

Selain aspek konservasi, program tersebut mendorong pemanfaatan potensi hutan secara kreatif dan lestari tanpa merusak lingkungan. Salah satu contoh yang dikembangkan adalah budidaya lebah madu.

Pusgenri juga mendorong pemanfaatan pohon aren sebagai tanaman penghijauan serta pengembangan ekowisata, seperti kegiatan healing di hutan, tracking, dan perkemahan. Para peserta juga diwacanakan untuk menjadi pelaku langsung dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

“Kami berharap seluruh pemuda di Indonesia, di 514 kabupaten/kota dari 38 provinsi, menjadi garda terdepan pelestari hutan,” ujar Lukmi Purwandasari.

Sementara itu, Camat Peudada Erry Seprinaldi dalam sambutannya mengapresiasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Alue Simantok, Gampong Hagu, Kecamatan Peudada, yang telah mengembangkan peternakan lebah madu yang berdaya saing serta kerajinan tangan dari rotan.

“Semoga peternakan lebah madu dan kerajinan tangan dari rotan menjadi contoh pengembangan usaha bagi para peserta,” ungkap Erry.

Dalam pembukaan bimtek Pusgenri turut hadir atau mewakili unsur BP2SDM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bireuen.

Hadir pula Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bireuen.

Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kota Lhokseumawe, Dailami S.Hut selaku pelopor Perhutanan Sosial Bireuen, serta para pejabat struktural dan fungsional di lingkup Dinas LHK Provinsi Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *