
Komparatif.ID, Kuala Simpang— Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah MM meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (20/02/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Lokasi hunian tetap yang ditinjau berada di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda melihat langsung perkembangan pematangan lahan serta pembangunan unit rumah yang diperuntukkan bagi warga korban bencana.
Berdasarkan hasil peninjauan, pekerjaan pematangan lahan melalui kegiatan cut and fill serta penimbunan telah menunjukkan kemajuan signifikan. Selain itu, pembangunan 150 unit rumah yang terbagi dalam beberapa tipe juga terus berjalan dengan progres yang bervariasi.
Berdasarkan hasil peninjauan, progres pematangan lahan melalui kegiatan cut and fill serta penimbunan telah mencapai sekitar 3,7 hektare atau 56,5 persen. Pembangunan 150 unit rumah juga menunjukkan perkembangan, dengan target penyelesaian pada Mei 2026.
Pembangunan hunian tetap itu terbagi dalam tiga bagian, yakni Seksi A tipe precast sebanyak 50 unit dengan progres 32,5 persen, Seksi B tipe RUSPIN 50 unit dengan progres 28 persen, serta Seksi C tipe rumah kayu 50 unit dengan progres 21 persen.
Sebelumnya, pada hari pertama Ramadhan, Kapolda juga meninjau pembangunan Jembatan Bailey di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Ia kemudian melanjutkan peninjauan dua jembatan Bailey di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Baca juga: DT Peduli Tanda Tangan Komitmen Pembangunan 45 Huntap untuk Warga Alue Kuta
Dalam kesempatan itu, Kapolda bersama rombongan menyeberangi sungai untuk melihat langsung kondisi pembangunan di lapangan. Kedua jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan empat gampong sehingga akses transportasi masyarakat dapat kembali normal.
Selain itu, ia meninjau jembatan kayu yang dibangun tim Polres Lhokseumawe di Gampong Riseh Tunong sebagai akses sementara antar desa di Kecamatan Sawang. Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran Polda Aceh dan Polres di wilayah Aceh untuk bekerja maksimal membantu masyarakat terdampak.
Ia menegaskan seluruh personel kepolisian wajib hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di wilayah yang terdampak langsung maupun tidak terdampak banjir.
Kapolda Marzuki menegaskan kunjungannya bukan bagian dari safari Ramadan, melainkan untuk memastikan kondisi warga yang menjalani ibadah puasa di tengah situasi sulit.
“Saya ingin melihat bagaimana kondisi masyarakat korban banjir di bulan Ramadhan ini,” kata Irjen Marzuki, Jumat (20/02/2026).
Ia mengatakan ingin melihat secara langsung bagaimana masyarakat korban banjir menjalani Ramadhan tahun ini. Menurutnya, meskipun diterpa musibah banjir besar, masyarakat tetap menunjukkan semangat dalam berpuasa.
Ia menyampaikan keimanan warga Aceh tetap terjaga meski menghadapi berbagai keterbatasan. Banyak rumah warga yang rusak, sebagian harus tinggal di tempat seadanya, serta menghadapi akses jalan yang rusak dan jembatan yang putus.
Namun demikian, masyarakat tetap menjalankan ibadah puasa. Kapolda menyebut kondisi tersebut sebagai gambaran keteguhan warga dalam menghadapi cobaan.











