Friday, 16 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Wisata

Kapal di Atas Rumah Lampulo, Saksi Bisu Tsunami yang Kini Jadi Wisata Edukasi

Kapal di Atas Rumah Lampulo, Saksi Bisu Tsunami yang Kini Jadi Wisata Edukasi
Monumen Kapal di Atas Rumah Lampulo. Foto: Dok. Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Hampir setiap sudut Kota Banda Aceh menyimpan kenangan tentang tragedi tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004, salah satunya kapal di atas rumah Lampulo.

Sebuah kapal nelayan yang terseret gelombang tsunami terdampar dan tersangkut di atas rumah warga. Kapal itu kemudian menjadi tempat berlindung bagi 59 orang yang selamat dari terjangan air bah.

Kapal kayu tersebut memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 5,5 meter. Sebelum tsunami datang, kapal baru saja selesai menjalani perbaikan di tempat docking kapal Lampulo.

Penjaga kapal bernama Adun sebelumnya mendapat instruksi untuk menurunkan kapal ke sungai pada hari itu. Menurut kabar yang diterima Teuku Zulfikar, pemilik kapal yang berdomisili di Medan, dari adiknya Hasri dan Saiful, kapal tersebut rencananya akan dibawa ke Lhoknga untuk diisi pukat.

Rencana itu tidak sempat terlaksana karena tsunami lebih dahulu menghanyutkan kapal seberat sekitar 20 ton itu ke kawasan permukiman yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari tepi sungai.

Saat gelombang menerjang, kapal berada di sungai Lampulo. Kapal itu terseret ke daratan hingga akhirnya tersangkut di atas lantai dua rumah milik warga. Puluhan orang yang berhasil memanjat ke atas kapal selamat dari sapuan gelombang.

Di antara mereka terdapat pemilik rumah, Misbah dan istrinya, Abbasiyah, bersama anak-anak mereka.

Setelah bencana, Pemerintah Kota Banda Aceh membeli kapal beserta rumah tempat kapal itu tersangkut. Langkah ini diambil untuk melestarikan lokasi sebagai monumen bersejarah sekaligus pengingat bagi generasi mendatang. Seiring waktu, monumen Kapal di Atas Rumah Lampulo tersebut telah menjalani empat kali perbaikan agar bentuk aslinya tetap terjaga.

Kini, Monumen Kapal di Atas Rumah Lampulo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah tsunami yang banyak dikunjungi di Banda Aceh, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kebanyakan pengunjung datang untuk melihat langsung bagaimana sebuah kapal berukuran besar bisa berada di atas bangunan rumah. Situs ini tergolong unik karena jarang ditemukan di tempat lain.

Pengunjung dapat mengakses dua lantai di bagian kapal. Di lantai pertama, terpampang nama-nama warga Lampulo yang menjadi korban tsunami 2004. Adapun di lantai kedua, wisatawan dapat menyaksikan galeri foto pascatsunami yang menggambarkan kehancuran sekaligus proses pemulihan Kota Banda Aceh. Untuk memudahkan akses, pengelola membangun jalan menyerupai jembatan dengan ketinggian sekitar lima meter yang mengarah ke kapal.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Kapal di Atas Rumah Lampulo, monumen ini buka setiap hari pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Lokasi ditutup sementara saat waktu salat, kemudian dibuka kembali pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.

Petugas juga menyiapkan kain penutup bagi pengunjung yang mengenakan pakaian minim, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai setempat dan kesakralan lokasi.

Bagi para penyintas, monumen ini bukan sekadar benda peninggalan. Kapal yang semula hanya berfungsi sebagai alat mencari ikan itu menjadi simbol keselamatan dan harapan di tengah bencana yang begitu berat.

Bagi pengunjung, kisah tersebut menjadi bahan perenungan tentang kekuatan alam, ketabahan manusia, dan pentingnya solidaritas ketika musibah datang.

Mengunjungi Lampulo berarti lebih dari sekadar berswafoto di depan kapal yang tersangkut di atas rumah. Setiap sudutnya mengajak pengunjung memahami bahwa dalam situasi sesulit apa pun, selalu ada ruang untuk bertahan dan berharap.

Bagi Anda yang berencana berwisata ke Banda Aceh, monumen ini layak masuk dalam daftar kunjungan, terutama untuk memahami sejarah kebencanaan Aceh dan bagaimana masyarakatnya bangkit setelahnya.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *