Home Olahraga Kalah 3-4, Timnas Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026

Kalah 3-4, Timnas Jerman Angkat Koper dari Piala Dunia 2026

timnas jerman kalah
Julio Enciso dan Kai Havertz, langsung dari Stadion Boston. Laga sengit di babak gugur Piala Dunia 2026 ini berakhir dengan antiklimaks bagi tim Panser. Tampil tangguh menahan gempuran, Paraguay sukses memulangkan Jerman lewat babak adu penalti yang dramatis dengan skor akhir 4-3 (skor laga 1-1). La Albirroja melaju ke babak 16 besar. Foto: Ist.

Komparatif.ID, Gillette Stadium, Massachusetts – Dunia perbolaan benar-benar lagi nggak ramah buat tim raksasa. Timnas Jerman resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kena ultimate plot twist dari tim underdog Amerika Selatan, Paraguay, pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB.

Skuad asuhan Julian Nagelsmann dipaksa “pulang awal” setelah kalah dramatis lewat adu penalti 3-4 yang bikin jantung penonton berdegub kencang.

Duel babak 32 besar ini benar-benar menyajikan tontonan penuh drama, emosi naik-turun, sampai-sampai status ball possession super dominan Jerman jadi tidak ada artinya.

Buat kalian yang kelewatan begadang semalam karena harus sekolah atau kerja, ini dia rangkuman jalannya pertandingan super epic ala Komparatif.ID olahraga yang dirangkum khusus buat kamu.

Babak Pertama: Timnas Jerman Kebanyakan “Gaya”, Paraguay Nyuri Start

Sejak wasit meniup peluit kick-off, anak-anak muda Der Panzer langsung pamer skill operan pendek dari kaki ke kaki. Joshua Kimmich dkk menguasai jalannya permainan dengan mencatatkan penguasaan bola fantastis sampai 75 persen! Tapi masalahnya, mereka kayak kehabisan ide pas sudah mendekati kotak penalti Paraguay yang dijaga super rapat layaknya pertahanan cyber security tingkat tinggi.

Baca: Gol Martinelli di Menit 96 Antar Brasil ke Babak 16 Besar

Asyik menyerang dan pamer ball possession, Timnas Jerman justru kena skema counter-attack kilat nan mematikan dari Paraguay. Tepat pada menit ke-42, penyerang muda berbakat Paraguay, Julio Enciso, sukses memenangi duel udara di area kotak terlarang Jerman. Dengan timing lompatan yang pas, sundulan tajam Enciso sukses menembus pojok gawang Manuel Neuer.

Stadion bergemuruh, fans Jerman langsung terdiam melihat tim kesayangan mereka tertinggal 0-1 sampai turun minum.

Babak Kedua: Tembok Kokoh Orlando Gill

Tidak mau menanggung malu tersingkir secepat ini, pelatih Julian Nagelsmann langsung merombak taktik dan memasukkan tenaga baru di awal babak kedua. Jerman bermain lebih agresif, menekan garis pertahanan lawan dengan tempo yang jauh lebih cepat.

Hasilnya instan! Menit ke-54, umpan silang akurat bin manja dari Florian Wirtz berhasil disambut dengan sempurna oleh Kai Havertz. Penyerang andalan Jerman itu melompat tinggi dan melepaskan heading keras yang menghujam jala gawang Paraguay. Skor berubah jadi imbang 1-1, memicu kembali asa juara para suporter Timnas Jerman di tribun.

Setelah gol penyama tersebut, Jerman mengurung habis pertahanan Paraguay. Namun, di sinilah malam magis dimulai bagi kiper Paraguay, Orlando Gill. Penjaga gawang berusia 26 tahun ini tampil bak kesurupan. Dia berkali-kali melakukan penyelamatan krusial, menepis tembakan-tembakan keras jarak dekat, dan mementahkan semua peluang emas Jerman sampai peluit babak kedua berakhir.

Extra Time Penuh Ketegangan

Karena skor tetap imbang 1-1, pertandingan terpaksa dilanjutkan ke babak tambahan waktu 2×15 menit. Di fase ini, tensi pertandingan naik drastis sampai beberapa kali terjadi friksi antarpemain di lapangan.

Drama sesungguhnya terjadi pada menit ke-102. Bek jangkung Timnas Jerman, Jonathan Tah, sebenarnya sempat merayakan gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Fans Jerman sudah terlanjur bersorak gembira. Tapi tunggu dulu, wasit utama memutuskan untuk mengecek tayangan ulang lewat Video Assistant Referee (VAR).

Hasilnya mengejutkan, gol tersebut resmi dianulir karena ada pelanggaran terlebih dahulu terhadap kiper Orlando Gill! Keputusan ini membuat mental pemain Jerman goyah, sementara Paraguay makin bersemangat mempertahankan skor 1-1 hingga menit ke-120 berakhir.

Laga puncak penentuan akhirnya harus diselesaikan lewat babak adu penalti yang benar-benar menguras emosi. Di sinilah mentalitas baja yang biasanya melekat pada timnas Jerman mendadak sirna.

Kai Havertz maju sebagai eksekutor pertama Jerman, tapi tembakannya berhasil dibaca dan ditepis dengan sangat tenang oleh Orlando Gill.Paraguay langsung memimpin setelah Maurício sukses menjalankan tugasnya dengan baik.Joshua Kimmich dan Jamal Musiala sempat menjaga asa Jerman dengan mencetak gol.

Petaka kembali datang saat penendang muda Jerman, Nick Woltemade, gagal mengeksekusi penalti karena bolanya lagi-lagi berhasil dimentahkan sang kiper pahlawan.

Meskipun Manuel Neuer sempat memperpanjang napas Jerman dengan menepis penalti Fabian Balbuena, algojo penentu Jerman Jonathan Tah malah melepaskan tembakan yang melambung jauh di atas mistar gawang.

Pemain Paraguay, José Canale, tanpa cela maju sebagai penendang penentu dan sukses mengunci skor penalti 4-3 untuk kemenangan bersejarah Paraguay!

Statistik Pertandingan

Penguasaan Bola: Jerman 75% – 25% Paraguay

Total Tembakan: Jerman 21 – 7 Paraguay

Tembakan Tepat Sasaran: Jerman 7 – 4 Paraguay

Akurasi Operan: Jerman 92% – 69% Paraguay

Skor Akhir: 1-1 (Adu Penalti: 3-4 untuk Paraguay)

Kekalahan menyakitkan ini membuat Timnas Jerman harus mengepak koper mereka lebih awal dan pulang ke Berlin dengan tangan hampa. Sementara itu, tim kejutan Paraguay berhak melaju dengan penuh percaya diri ke babak 16 besar untuk menantang pemenang dari laga antara Prancis melawan Swedia.

Previous articleGol Martinelli di Menit 96 Antar Brasil ke Babak 16 Besar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here