Komparatif.ID, New Jersey- Shakira masih menjadi ratu FIFA saat ini. Berkolaborasi dengan Burna Boy, Shakira membawakan lagu Dai Dai. Penampilan Shakira menghentak penonton. Mereka menikmati setiap liukan pinggul sang penyanyi dan menikmati setiap nada suara sang diva.
Gol belum tercipta ketika babak pertama final Piala Dunia 2026 berakhir. Di tengah terik matahari Minggu, 19 Juli 2026 waktu New Jersey, Amerika Serikat, 80.663 penonton memanti penampilan sejumlah penghibur. Sejumlah nama-nama besar telah disiapkan tampil pada jeda babak pertama.
Pada masa jeda tersebut, bila Anda penyuka kopi, maka akan sangat bahagia. Jumlah “kafein” yang masuk ke dalam aliran darah berkali-kali lipat berkat penampilan para bintang pop dunia.
Madonna, BTS, Justin Bieber, Shakira, Burna Boy, Gustavo Dudamel, paduan suara anak-anak, Muppets, Chris Martin dari Coldplay, dan langit yang penuh dengan kembang api warna-warni,memulihkan dahaga akan keresahan penonton siapa yang akan menang di ujung laga.
Bila ada yang bertanya momen paling mendunia saat jeda pertandingan tersebut, maka jawabannya adalah penampilan Shakira dan Burna Boy yang membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026, Dai Dai. Lagu tersebut sangat populer. Saat ini duduk di puncak tangga lagu Billboard Global 200.
Baca juga: Shakira, Ratu Piala Dunia dari Barranquilla
Superstar Kolombia itu, sekali lagi membuktikan bahwa ia pada dasarnya adalah ratu FIFA saat ini. Mengenakan pakaian bergaya hula berwarna merah muda dan kuning dengan atasan berhiaskan manik-manik yang terasa tropis, meriah, dan dirancang untuk bergerak, Shakira tampil sempurna.
Burna Boy menyamai energinya dengan kemeja putih, kalung emas, topi kupluk, dan rambut gimbal khasnya, memberikan kontras yang keren dengan penampilan energiknya.
Dikelilingi oleh Ghetto Kids Uganda dan kemudian bergabung dengan wanita dewasa dari berbagai negara untuk bagian koreografi yang terpadu, penampilan tersebut memiliki daya tarik kolektif terbesar malam itu.
Ketika Shakira meneriakkan “¡Más fuerte!” di bagian chorus, pertunjukan akhirnya terasa bukan seperti eksperimen cepat, dan lebih seperti letusan stadion yang sesungguhnya.
Shakira, sekali lagi masih mampu menasbihkan diri sebagai ratu Piala Dunia.
