BREAKING
Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Wali Nanggroe Ajak Masyarakat Rawat Persatuan

seruan wali nanggroe Jelang Hari Damai Aceh, Wali Nanggroe Ajak Masyarakat Rawat Persatuan
Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud al-Haytar. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar, mengajak seluruh masyarakat Aceh menjadikan peringatan ke-21 Hari Damai Aceh 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga ketenteraman, dan memperteguh komitmen merawat perdamaian.

Ia menekankan perdamaian yang telah berlangsung lebih dari dua dekade merupakan fondasi penting bagi kehidupan masyarakat Aceh dan harus dijaga bersama.

“MoU Helsinki bukan sekadar mengakhiri konflik yang berkepanjangan, tetapi juga membuka ruang bagi rekonsiliasi, pembangunan, demokrasi, serta lahirnya tatanan kehidupan yang lebih damai dan bermartabat bagi seluruh rakyat Aceh,” kata Wali Nanggroe, Jumat (14/8/2026).

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melihat peringatan Hari Damai Aceh sekadar sebagai kegiatan mengenang Mou Helsinki. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat perdamaian merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dirawat lintas generasi.

Wali Nanggroe juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenteraman dan persatuan di seluruh Aceh. Ia mengajak masyarakat memperkuat harmoni sosial serta terus membangun Aceh dalam suasana damai.

“Perdamaian adalah warisan bersama yang harus terus dirawat sebagai amanah lintas generasi,” ujarnya.

Baca juga: Perdamaian Harus Jadi Ideologi Generasi Muda Aceh

Ia menilai suasana damai selama 21 tahun telah memberikan ruang bagi Aceh untuk mengalami berbagai perubahan. Pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta hubungan kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat nasional dan internasional merupakan bagian dari perkembangan yang berlangsung dalam kondisi damai.

Namun, menurutnya, perjalanan perdamaian Aceh juga menghadapi berbagai ujian. Bencana hidrometeorologi yang melanda banyak wilayah Aceh pada 26 November 2025 menjadi salah satu ujian berat karena menimbulkan kerusakan, kehilangan, dan penderitaan bagi masyarakat.

Menjelang peringatan tahun ini, Malik Mahmud secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak atau unsur mana pun yang berpotensi mengganggu stabilitas, menebarkan kebencian, memecah belah persaudaraan, atau mengusik perdamaian Aceh.

Atas nama Lembaga Wali Nanggroe Aceh, ia juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para tokoh perdamaian, ulama, akademisi, mantan kombatan, aparat keamanan, pemerintah, organisasi masyarakat, pemuda, perempuan, serta seluruh rakyat Aceh yang telah berkontribusi menjaga perdamaian.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Damai Aceh sebagai momentum refleksi dan rasa syukur sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga perdamaian, ketenteraman, persaudaraan, dan persatuan serta membangun Aceh secara adil, inklusif, dan bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *