Komparatif.ID, Redelong– Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. H. Armia, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, Safrizal ZA, dalam mendampingi pemerintah daerah menangani proses pemulihan pascabencana.
Menurut Armia, Safrizal merupakan sosok yang bekerja dengan ikhlas, responsif, serta memberikan perhatian terhadap perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Bener Meriah. Perhatian tersebut dinilai terlihat dari komunikasi yang terbangun dengan pemerintah daerah serta pemantauan terhadap perkembangan penanganan di lapangan.
“Pak Safrizal ini orang baik, kerja ikhlas. Perhatian beliau untuk Bener Meriah sangat bagus dan terus memantau perkembangan rehab rekon pascabencana,” ujar Armia, Minggu (4/10/2026).
Armia menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya terkait pendampingan Satgas PRR terhadap pemerintah daerah. Menurutnya, pendampingan dari Satgas PRR dibutuhkan daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses pemulihan pascabencana.
Ia mengatakan, koordinasi yang cepat menjadi penting agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi. Pemerintah daerah, kata Armia, membutuhkan dukungan dan komunikasi lintas pihak agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan sesuai dengan target.
Dalam rapat evaluasi Transfer ke Daerah (TKD) di Takengon pada 2 Oktober 2026, Safrizal juga mendorong pemerintah daerah mempercepat realisasi anggaran. Percepatan tersebut diharapkan membuat anggaran yang telah tersedia dapat segera memberikan manfaat kepada masyarakat.
Kinerja Satgas PRR juga terlihat dari sejumlah pekerjaan pemulihan yang dikawal di Aceh. Berdasarkan data yang disampaikan Safrizal pada Agustus 2026, sebanyak 18.916 unit hunian sementara telah terbangun di Aceh, dengan 18.874 unit di antaranya telah dihuni.
Selain pembangunan hunian sementara, Satgas PRR juga mengawal pemulihan kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan sarana air bersih. Sebanyak 511 sumur bor telah selesai dibangun, ditambah 259 sumur bor yang dilengkapi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Baca juga: Apresiasi Safrizal, Wali Kota Lhokseumawe: Evaluasi Serapan Anggaran Bantu Percepat Pemulihan
Di sektor pertanian, pemulihan juga dilakukan terhadap lahan sawah yang terdampak bencana. Data Satgas PRR mencatat sebanyak 6.706 hektare lahan sawah rusak ringan telah dioptimalkan, sementara 4.393 hektare lahan sawah yang mengalami kerusakan telah direhabilitasi.
Untuk sektor infrastruktur, sebanyak 46 ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat telah fungsional. Sementara itu, 1.545 ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah juga telah fungsional.
Penanganan jembatan juga menjadi bagian dari pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Dari 676 jembatan yang menjadi sasaran penanganan, sebanyak 188 unit telah selesai, sedangkan sisanya masih dalam proses.
Di kawasan Enang-Enang, Bener Meriah, Safrizal juga menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas sembari mendorong percepatan penguatan jembatan dan koordinasi lintas sektor.
Armia meyakini proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Bener Meriah dapat berjalan sesuai target apabila koordinasi antara pemerintah daerah, Satgas PRR, dan pemerintah pusat terus diperkuat.
Menurutnya, komunikasi yang telah terbangun selama ini menjadi modal penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur, konektivitas, maupun pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kami yakin semuanya akan siap tepat waktu,” kata Armia.
Ia berharap perhatian dan pendampingan Satgas PRR terus berlanjut hingga seluruh program pemulihan dapat diselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bener Meriah.
