Home News Daerah Dinsos Aceh Libatkan 2 Mahasiswi UIN Ar-Raniry dalam Program Penguatan Anak

Dinsos Aceh Libatkan 2 Mahasiswi UIN Ar-Raniry dalam Program Penguatan Anak

Dinsos Aceh Libatkan Mahasiswi UIN Ar-Raniry dalam Program Penguatan Anak
Temu Penguatan Anak dan Keluarga (Tepak) yang digelar Dinas Sosial Aceh di Pesantren Imam Syafii, Sibreh, Aceh Besar, pada Rabu (27/7/2025). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Dinsos Aceh menggelar kegiatan Temu Penguatan Anak dan Keluarga (Tepak) sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan penuh empati. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada 27 dan 30 Juli 2025 di dua lokasi berbeda, yaitu Pondok Pesantren Imam Syafii (PIS) di Gampong Reuhat Tuha, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, dan PKPU Pondok Yatim Putri Cot Suruy, Leung Bata, Banda Aceh.

Dalam pelaksanaannya, Dinsos Aceh menggandeng dua pendamping rehabilitasi sosial dari Kementerian Sosial serta melibatkan dua mahasiswi magang dari Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Ar-Raniry, yakni Siti Khairani dan Siti Tanwilatul Husna Susanan Sitorus.

Program yang mengusung tema “Sinergi Sosial untuk Generasi Qurani” ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antara praktisi sosial dan anak-anak panti asuhan yang bertujuan untuk membangun jembatan antara dunia pendidikan, sosial, dan keagamaan. 

Kegiatan ini juga menjadi ruang edukatif yang dirancang agar peserta dapat mengenali potensi diri, memperkuat rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Di PIS, salah satu sesi yang menarik perhatian adalah sesi bertema “Cita-Cita dan Harapan”, para santri diajak menuliskan impian mereka di atas kertas post-it berwarna-warni dan menempelkannya pada “Pohon Harapan”. Impian-impian tersebut kemudian menjadi dasar diskusi interaktif yang dipandu oleh Maulidyna Marza dan Rifial Fauzi. 

Baca juga: 2 Mahasiswa PMI UIN Ar-Raniry Mulai Program Magang di Dinsos Aceh

Dalam sesi tersebut, anak-anak didorong untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga menyusun langkah konkret yang realistis untuk mewujudkannya. Pendekatan SMART Goals juga diperkenalkan kepada para santri agar mereka dapat merumuskan tujuan secara lebih spesifik, terukur, relevan, dapat dicapai, dan berbatas waktu.

Sesi lain yang tidak kalah penting adalah pembahasan mengenai bullying dan kekerasan sosial. Melalui pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, para narasumber menjelaskan berbagai bentuk perundungan serta dampak buruknya terhadap korban. 

Dalam diskusi tersebut, santri diajak menyadari ucapan dan perlakuan negatif terhadap teman dapat meninggalkan luka mendalam. Para peserta juga diajak untuk menjadi pribadi yang santun, saling menghargai, dan tidak takut mengatakan “tidak” terhadap segala bentuk kekerasan.

Di lokasi kedua, PKPU Cot Suruy, sesi diakhiri dengan pemutaran lagu “Gajah” dari Tulus. Beberapa santri bahkan mulai berani berbagi kisah pribadi dan menunjukkan keinginan untuk mencintai diri sendiri serta menghargai keberagaman.

Kegiatan Tepak ini tidak hanya memberi dampak positif bagi anak-anak panti asuhan, tetapi juga menjadi pengalaman belajar langsung bagi para mahasiswi magang. Mereka mengaku mendapat pelajaran berharga mengenai pendekatan sosial, komunikasi dengan anak, dan pentingnya menyampaikan pesan moral dengan cara yang menyentuh namun tidak menggurui.

Previous articleTeungku Jamaika Desak Gubernur Aceh Copot Kepala SKPA Tak Profesional
Next articleHujan Guyur Ratusan Jamaah Saat Salat Istisqa di Bireuen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here