
Komparatif.ID, Bireuen– Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Peudada memfokuskan upaya pada penataan dan pemenuhan kebutuhan air untuk mendukung jadwal turun sawah di enam gampong yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan sekitar 160 hektar lahan persawahan dapat memasuki masa tanam sesuai target yang telah disusun.
Koordinator BPP Kecamatan Peudada, Zulfikar, mengatakan tahap awal yang menjadi perhatian utama saat ini adalah pembenahan kebutuhan air. Menurutnya, ketersediaan air merupakan kebutuhan paling mendasar bagi lahan sawah selain bibit, pupuk, dan obat-obatan pertanian lainnya.
Ia menjelaskan, proses pengairan terus dilakukan dan diperkirakan dalam waktu dua minggu ke depan seluruh lahan yang menjadi target sudah selesai dibajak. Dengan demikian, persiapan menuju masa tanam dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Zulfikar menyebutkan kondisi debit air di area oplah saat ini masih dalam keadaan aman. Selama pasokan listrik tetap tersedia, kedua mesin pengairan dapat dioperasikan secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan air para petani. Dengan pengoperasian dua mesin tersebut, kebutuhan air diharapkan dapat terpenuhi dalam waktu sekitar satu jam.
Untuk menjaga ketersediaan air tetap mencukupi bagi seluruh areal persawahan, BPP bersama para petani dan keuchik telah menetapkan jadwal penggunaan air. Sistem tersebut diterapkan dengan cara mengatur giliran pemanfaatan air antarwilayah sawah.
Baca juga: Dapat Bantuan Keuangan Rp30 Miliar, Bupati Bireuen Berkunjung ke Asahan
Apabila petani yang berada di bagian timur sedang menggunakan air, maka petani di bagian barat diminta menutup pintu air sawahnya. Pengaturan tersebut dilakukan agar distribusi air dapat berlangsung lebih efektif dan merata.
“Ketersediaan air saat ini tetap diprioritaskan untuk enam desa, kecuali lokasi saluran patah di batas Gampong Meunasah Krueng dan Cot Keutapang,” ujar Zulfikar, Kamis (18/6/2026).
Enam gampong yang menjadi target pengairan dan jadwal turun sawah meliputi Gampong Meunasah Baroh, Meunasah Rabo, Meunasah Tambo, Meunasah Krueng, Meunasah Tunong, dan Cot Keutapang.
Menurut Zulfikar, jadwal yang telah ditetapkan tidak mengalami perubahan dan tetap mengacu pada arahan Camat Peudada, Seprinaldi, SSTP., S.Sos., M.Si. Pihaknya menargetkan paling lambat awal Juli 2026 lahan persawahan di wilayah tersebut sudah dapat ditanami padi oleh para petani.
Sementara itu, program bantuan bajak sawah gratis yang sebelumnya dilaksanakan dinyatakan hampir selesai. Untuk lahan yang belum dibajak, pekerjaan akan terus dilanjutkan hingga tuntas.
Sebagai contoh, di Gampong Menasah Baroh dari total 40 hektar sawah yang ada, sebanyak 10 hektar telah selesai dibajak. Sedangkan sisa 30 hektar lainnya dijadwalkan akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari persiapan menuju musim tanam.












