
Komparatif.ID, Bireuen– Biaya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Gampong Mns Cut, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, memiliki pagu anggaran yang bervariasi.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Mns Cut, M Reza, menjelaskan perbedaan tersebut disesuaikan dengan kelompok usia penerima manfaat.
M Reza mengatakan, indeks biaya per porsi telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan terbagi dalam tiga komponen utama, yakni belanja bahan baku makanan, biaya operasional harian, serta sewa atau insentif fasilitas. Untuk bahan baku makanan, kisaran anggaran berada antara delapan ribu hingga sepuluh ribu rupiah per penerima manfaat setiap hari.
Ia menjelaskan, pagu anggaran dibedakan menjadi dua kategori kegiatan, yaitu porsi besar dan porsi kecil.
Porsi besar diperuntukkan bagi anak kelas empat sekolah dasar, siswa Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pada kategori ini, indeks sepuluh ribu rupiah digunakan untuk belanja bahan baku makanan seperti beras, ikan, daging, buah-buahan, ayam, sayur, susu, roti, dan bahan baku lainnya.
Selain itu, terdapat indeks tiga ribu rupiah untuk biaya operasional harian. Anggaran tersebut mencakup bahan bakar kendaraan operasional, pembayaran tagihan listrik, alat tulis kantor, fasilitas air bersih, internet, insentif relawan dapur, insentif penanggung jawab kader posyandu, insentif penanggung jawab sekolah, biaya sewa kendaraan operasional, serta kebutuhan operasional harian lainnya.
Baca juga: Antre Sejak Siang, Distribusi MBG di SDN 4 Kota Juang Molor 1 Jam
Sementara indeks dua ribu rupiah dialokasikan untuk sewa fasilitas SPPG, termasuk perbaikan dan penggantian fasilitas yang tidak layak pakai seperti alat masak berbahan stainless steel, ompreng, peralatan dapur lainnya, hingga instalasi pengolahan air limbah yang harus sesuai standar yang ditetapkan.
Adapun porsi kecil mencakup balita, anak Taman Kanak-Kanak, hingga pelajar kelas tiga sekolah dasar.
Pada kategori ini, anggaran belanja bahan baku makanan menggunakan indeks delapan ribu rupiah. Sementara biaya operasional harian dan sewa fasilitas tetap sama, masing-masing tiga ribu rupiah dan dua ribu rupiah.
“Yang membedakan keduanya hanya pada pagu belanja bahan baku makanan, yaitu untuk porsi besar sepuluh ribu dan porsi kecil delapan ribu. Sedangkan biaya operasional dan sewa fasilitasnya tetap sama,” ujar Reza, Selasa (24/2/2026).
Saat ini, pihak SPPG Gampong Mns Cut mendistribusikan makanan secara rapel tiga hari sekali kepada 2.312 penerima manfaat yang terdiri atas tiga Taman Kanak-Kanak, empat Sekolah Dasar, satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri, satu Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, dan satu Sekolah Menengah Atas.
Selain itu, sebanyak 802 porsi juga disalurkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui kegiatan posyandu di sebelas gampong.
Sebelumnya, pada Senin (23/02/2026), pendistribusian dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai atas permintaan pihak sekolah. Pertimbangan tersebut untuk efisiensi waktu, karena pada pagi hari siswa fokus mengikuti kegiatan belajar hingga siang.
Selain itu, tidak semua wali murid dapat hadir secara bersamaan sesuai jadwal, sehingga guru harus menunggu hingga siang hari. Pada sore hari, siswa dan wali murid difokuskan untuk kegiatan di rumah.
Namun, mengacu pada surat edaran Gubernur Aceh terkait usulan mekanisme penyaluran MBG selama Ramadan serta masukan para tokoh dengan pertimbangan sebagai daerah yang dikenal sebagai kota santri, jadwal distribusi akan disesuaikan.
“Maka pada Kamis 26 Februari 2026 mendatang akan dilaksanakan pukul 16.00 WIB sore hari hingga selesai,” imbuhnya.












