Home News Daerah Bendung Pante Lhong Bireuen Ditargetkan Kembali Aliri Sawah Usai Ramadan

Bendung Pante Lhong Bireuen Ditargetkan Kembali Aliri Sawah Usai Ramadan

Kunjungi Bireuen, Menteri PU Sampaikan 4 Prioritas Penanganan Infrastruktur Bendung Pante Lhong Bireuen Ditargetkan Kembali Aliri Sawah Usai Ramadan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Bupati Bireuen H. Mukhlis saat meninjau infrastruktur pascabanjir, Selasa (24/2/2026). Foto: Ho for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Pemerintah mempercepat penanganan kerusakan Bendung Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, agar aliran air irigasi segera kembali normal dan petani tidak kehilangan musim tanam pascabanjir.

Langkah percepatan ini difokuskan pada pemulihan fungsi bendung agar suplai air ke sawah produktif dapat segera berjalan kembali.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menjelaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan air dari bendung dapat segera masuk ke area persawahan. Hal itu ia sampaikan saat meninjau langsung kondisi bendung bersama Bupati Bireuen H. Ir. Mukhlis, S.T, dan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Selasa (24/2/2026).

“Saat ini masih dalam tahap tanggap darurat, Kementerian PU masih menyiapkan coverdam dan lain-lain. Namun yang utama adalah bagaimana air yang ada di bendung ini bisa segera masuk sampai ke sawah yang di belakang. Alhamdulillah intake-nya sudah selesai, mudah-mudahan air segera mengalir sehingga petani bisa mulai tanam setelah Ramadan,” ujar Dody.

Bendung Pante Lhong merupakan sumber utama air bagi Daerah Irigasi Pante Lhong seluas 6.562 hektare. Pascabanjir, sedimentasi tinggi menimbun kantong lumpur dan mengganggu operasional pintu pembilas. Selain itu, tanggul serta lining saluran irigasi mengalami kerusakan.

Baca juga: Kunjungi Bireuen, Menteri PU Sampaikan 4 Prioritas Penanganan Kerusakan Infrastruktur

Peningkatan debit Sungai Krueng Peusangan juga memicu overtopping yang menyebabkan erosi tebing dan pelebaran sungai dari sekitar 120 meter menjadi 180 meter. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sistem pengairan dan mengancam kelangsungan musim tanam petani di wilayah terdampak.

Dalam tahap tanggap darurat, Kementerian PU melakukan pembangunan coverdam, normalisasi aliran sungai, serta pembersihan sedimen pada intake dan jaringan irigasi. Langkah tersebut ditujukan untuk memulihkan fungsi bendung dalam waktu cepat sehingga air dapat kembali mengalir ke lahan pertanian.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan penguatan permanen tanggul kanan dan kiri sungai sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Pekerjaan ini direncanakan dilaksanakan secara bertahap dengan skema multiyears guna mencegah kerusakan berulang saat terjadi banjir.

“Kita harus perkuat sisi kanan-kirinya supaya pada saat terjadi banjir lagi tidak sampai menghantam dan melebarkan sungai. Untuk saat ini memang masih tanggap darurat, setelah itu langsung kita mulai penanganan tanggul permanen,” tegas Dody.

Sementa itu, Bupati Bireuen, H. Ir. Mukhlis S.T, menyampaikan apresiasi atas percepatan penanganan tersebut. Ia menyebut Bendung Pante Lhong menjadi tumpuan utama pengairan bagi petani setempat.

“Ada enam saluran irigasi yang rusak dan lebih dari 2.000 hektare sawah terdampak. Mudah-mmudahan dalam bulan puasa ini sudah bisa difungsikan kembali sehingga setelah Lebaran petani bisa segera turun ke sawah,” ujar Mukhlis.

Previous articleStudi: Kondisi Bayi Saat Lahir Jadi Penentu Utama Stunting di Aceh
Next articlePemerintah Percepat Pembangunan Huntap Korban Banjir Sumatra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here