
Komparatif.ID, Bireuen— Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, luas area tambak yang rusak akibat bencana hidrometeorologi mencapai 4.943,33 hektare yang tersebar di 12 kecamatan.
Dari total luas tersebut, kerusakan dengan kategori rusak berat sekali tercatat seluas 311,99 hektare, rusak berat 695,37 hektare, rusak sedang 1.321,02 hektare, dan rusak ringan 2.611,45 hektare.
Selain tambak, sejumlah infrastruktur pendukung perikanan juga mengalami kerusakan. Tercatat 19 unit jembatan penghubung area perikanan terdampak, saluran sepanjang 170,87 kilometer mengalami kerusakan, serta satu unit Balai Benih Ikan turut terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada dua unit hatchery skala rumah tangga, jalan produksi sepanjang 8.376 meter, serta tiga unit pembenihan rakyat.
Sementara itu, pada sektor perikanan tangkap, kapal atau perahu motor yang hilang dan rusak berat tercatat sebanyak 110 unit, kapal atau perahu motor rusak ringan 113 unit, serta alat tangkap yang rusak atau hilang mencapai 415 unit.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen, Ir. Jafar, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pendataan menyeluruh menggunakan instrumen Kajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA).
Ia menjelaskan pendataan tersebut menjadi dasar untuk penyaluran bantuan dan penyusunan program pemulihan.
Baca juga: Usai Kunjungan Presiden, Infrastruktur Rusak di Bireuen Mulai Dibangun Kembali
Jafar menyebutkan fokus utama saat ini adalah memulihkan fungsi tambak dan kolam budidaya agar masyarakat dapat segera kembali berproduksi. Menurutnya, koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan lanjutan.
“Fokus kami saat ini adalah memulihkan fungsi tambak dan kolam budidaya agar masyarakat bisa segera kembali berproduksi,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Seluruh data dampak bencana, baik pada sektor tambak maupun nelayan tangkap, telah diusulkan kebutuhannya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan melalui jalur provinsi. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi untuk mempercepat intervensi bantuan rehabilitasi.
Para nelayan dan pembudidaya ikan menyambut langkah pemerintah daerah tersebut dan berharap bantuan serta program pemulihan dapat segera terealisasi secara merata. Pemulihan sektor perikanan dinilai penting untuk mengurangi dampak ekonomi yang ditimbulkan bencana terhadap masyarakat pesisir.
Selain pemulihan fisik infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok perikanan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Upaya ini diharapkan dapat membuat sektor perikanan di Bireuen tidak hanya pulih, tetapi juga lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.












