
Komparatif.ID, Bireuen— Banjir kembali melanda Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, pada Rabu (7/1/2025), menandai kejadian banjir kelima kalinya dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Peristiwa ini terjadi pasca banjir dan longsor besar yang sebelumnya melanda Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025 lalu. Luapan air sungai kembali merendam sejumlah gampong dan mengganggu aktivitas warga.
Akmal, warga Gampong Cot Geulumpang Baroh, Kecamatan Jeunieb, menjelaskan gampongnya hampir setiap tahun terdampak banjir akibat luapan sungai dari wilayah Kecamatan Pandrah.
Menurutnya, kondisi tersebut terus berulang tanpa penanganan menyeluruh. Ia mendesak dinas terkait agar segera melakukan penanggulangan secara cepat dan tidak hanya memusatkan perhatian pada kecamatan yang dianggap paling parah terdampak.
Ia menilai, jika tidak segera diantisipasi, Kecamatan Jeunieb berpotensi mengalami kondisi yang sama seriusnya.
Ia juga mengungkapkan salah satu penyebab utama banjir adalah sering tersangkutnya sampah di jembatan penghubung antara Gampong Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang. Selain itu, kondisi oprit dan jembatan di wilayah Meunasah Tambo saat ini sudah roboh.
“Pada banjir ketiga sempat dibersihkan oleh pak Taufik anggota DPRK Bireuen, tapi sampah kembali tersangkut saat banjir keempat,” ujar Akmal.
Akibat kondisi tersebut, air Sungai Jeunieb lebih mudah meluap dan menggenangi Gampong Meunasah Tambo serta Meunasah Keutapang sejak sekitar pukul 16.00 WIB dan baru surut pada malam hari.
Baca juga: Bahlil Janjikan Diskon Listrik untuk Wilayah Terdampak Banjir Sumatra
Ketinggian air diperkirakan mencapai setinggi lutut orang dewasa di dataran rendah, sementara di dataran yang lebih tinggi mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Di Gampong Blang Poroh, warga juga menghadapi persoalan serupa.
Ketika debit air bendungan meningkat, air meluap ke areal kebun dan rumah warga di sekitar daerah aliran sungai karena kondisi sungai yang sudah dangkal dan menyempit.
Sementara itu, Camat Jeunieb Muhammad Maulana Rahmat menyampaikan pihak kecamatan telah melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur dan kerugian yang dialami masyarakat.
Data tersebut akan dilaporkan ke dinas terkait serta tim rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia juga menyebutkan penyebab dan sumber bencana telah dilaporkan kepada bupati dan instansi terkait, termasuk hal-hal yang perlu segera ditindaklanjuti.
Ia menambahkan, pihak kecamatan terus melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat serta berkoordinasi secara rutin dengan keuchik dan sekretaris desa untuk menindaklanjuti kondisi darurat yang mungkin terjadi.
“Kami selalu memonitor desa 24 jam selama periode prediksi bencana ini, agar informasi selalu terbarui setiap saat,” ujar Camat Jeunieb melalui pesan WhatsApp.












