BREAKING
Daerah

Baru Kelas 1 MTsS, Aqul Juara Lomba Pidato Tingkat SMA Antar Dayah

Baru Kelas 1 MTsS, Aqul Juara Lomba Pidato Tingkat SMA Antar Dayah
Muhammad Fayhaqu Ridhallah (Aqul) santri Darussa’adah Cot Tarom Baroh. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Muhammad Fayhaqu Ridhallah (Aqul) santri kelas VII MTsS Darussaadah Cot Tarom, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, mendulang prestasi luar biasa. Pada Lomba Pidato Bahasa Indonesia antar dayah, dia berhasil meraih juara pertama, mengungguli duta-duta dari berbagai tingkatan usia dari dayah-dayah lain.

Dalam rangka Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) XIV, Dayah Darussa’adah Cot Tarom Baroh, menggelar aneka lomba. Termasuk lomba pidato berbahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia.

Untuk menuju lomba pidato tingkat SMA, dibuatkan peraturan, siapapun yang mengumpulkan nilai terbanyak, dialah yang akan menjadi duta dayah. Alhamdulillah, setelah dewan juri membuat perangkingan, nilai yang diperoleh oleh Aqul di tingkat SMP, jauh melampaui nilai yang diraih oleh santri yang juara lomba pidato bahasa Indonesia tingkat SMA. Dengan demikian, Aqul dipilih mewakili institusi tempat dia menimba ilmu.

Lomba pidato antar dayah memiliki syarat yang lebih lunak. Maksimal yang bisa ikut kelas III SMA. Kalau minimal, tidak dibuat batasan.

Ketika tampil berpidato dalam lomba antar dayah, Aqul kembali meraih nilai tertinggi. Diapun didapuk sebagai juara pertama Lomba Pidato Berbahasa Indonesia antar dayah/balai pengajian, yang diikuti oleh 10 lembaga pendidikan Islam.

Pada 24 Agustus 2026, Aqul terlihat sangat bahagia, ketika menampakkan dua trofi dan dua sertifikat juara 1 yang dia peroleh pada PHBI XIV tahun 2026.

Iskandar, ayahnya Aqul, kepada Komparatif.ID, Selasa, 25 Agustus 2026, menyampaikan bahwa putranya sempat goyah ketika ditunjuk mewakili dayahnya bertarung dalam lomba pidato antar dayah. Iskandar memahami kondisi psikologi putranya. Ia pun memberikan semangat dengan mengutip pepatah Aceh.

Baca juga: Aqul, Petani Cilik di Bireuen yang Jago Pidato

Gunong Geurutee ka singet siblah, jimeupok gajah ngon cangguk puree. Talo cangguk gana that meugah, talo gajah ube raya malee. Artinya dalam sebuah pertarungan yang tidak seimbang, kalahnya orang kecil merupakan hal biasa. sedangkan bila orang besar yang kalah, akan menjadi aib.

Mendengar petuah ayahnya, Aqul yang merupakan putra dari pasangan Iskandar dan Irmayanti, tergugah semangatnya. Dengan senyum lebar dia maju menuju arena perlombaan. Dia hendak menunjukkan bahwa dirinya merupakan putra yang dilahirkan dengan mental juara. Dan sejarah kemudian tercipta. Aqul menjadi kampiun pertama, mengalahkan sembilan duta dayah lainnya yang ikut ambil bagian.

Keberhasilan Aqul menjadi juara di dua kategori, mendapatkan apresiasi dari Kepala MTsS Darussa’adah Cot Tarom Baroh, Dhiaul Hadi,S.Pd.I. sang kepala sekolah mengatakan Aqul merupakan siswa yang cerdas. Meski baru duduk di kelas satu MTsS, dia mampu bersaing dengan siswa tingkat SMA.

“Capaian prestasi yang diraih Ananda Aqul, hendaknya bisa menjadi motivasi bagi seluruh santri kami di tingkat SMP dan SMA,” ujarnya.

Ucapan selamat pun mengalir dari teman-teman dan guru serta ustad yang mengasuh Aqul di dayah. Mereka mengakui bahwa kemampuan Aqul berpidato bukan kaleng-kaleng.

Aqul merupakan alumnus Rumah Qur’an Baiti Adnani, Dayah Darul Muslimin Desa Lhok Awe-awe, Kecamatan Kuala, dan MIN 49 Bireuen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *