Monday, 2 November 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

BPBA: Banjir Terjang Aceh 26 Kali Sepanjang Oktober 2026

BPBA: Banjir Terjang Aceh 26 Kali Sepanjang Oktober 2026
Foto: Dok. BPBA.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 26 kejadian banjir melanda berbagai wilayah di Aceh pada periode 1–31 Oktober 2026.

Berdasarkan rekapitulasi Pusat Data dan Informasi BPBA, rangkaian bencana tersebut tersebar di 16 kabupaten/kota, meliputi 102 kecamatan dan 247 desa. Secara keseluruhan, sebanyak 4.545 kepala keluarga atau 6.563 jiwa terdampak, sementara 626 jiwa di antaranya dilaporkan mengungsi.

Selain banjir, BPBA juga mencatat 10 kejadian kebakaran, delapan tanah longsor, dan tiga angin puting beliung. Banjir di sejumlah wilayah umumnya dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Kabupaten Gayo Lues menjadi daerah dengan frekuensi kejadian bencana tertinggi selama Oktober 2026, yakni sebanyak 10 kejadian. Selanjutnya, Aceh Besar, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Pidie Jaya masing-masing mencatat empat kejadian.

Sementara itu, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, dan Kota Subulussalam masing-masing mengalami tiga kejadian bencana. Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Barat, dan Aceh Selatan masing-masing mencatat dua kejadian.

Bireuen, Aceh Tamiang, Nagan Raya, dan Aceh Jaya masing-masing mencatat satu kejadian bencana selama periode tersebut.

Baca juga: 17 Gampong di Pidie Jaya Terendam Banjir

Dari sisi kerusakan, BPBA mencatat sebanyak 50 unit rumah mengalami rusak berat dan 34 unit rumah rusak ringan. Selain itu, sebanyak 2.246 unit rumah terendam akibat bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, meliputi dua unit sarana pendidikan, satu unit sarana ibadah, satu unit sarana kesehatan, empat unit bangunan lainnya, tiga unit jembatan, serta lima unit tanggul.

Sektor pertanian turut terdampak dengan luas lahan persawahan mencapai 155,74 hektare. BPBA memperkirakan total kerugian akibat seluruh kejadian bencana selama Oktober 2026 mencapai Rp20.485.000.000 atau sekitar Rp20,485 miliar.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBA mengimbau pemerintah kabupaten/kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor.

Masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir dan longsor juga diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Warga diminta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air sungai maupun muncul tanda-tanda yang berpotensi memicu tanah longsor.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *