Sunday, 1 November 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Politik

17 Gampong di Pidie Jaya Terendam Banjir

17 Gampong di Pidie Jaya Terendam Banjir
Kompleks Pesantren Tahfidz Rayatul Quran di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, terendam banjir, Minggu (1/11/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Pidie Jaya– Sebanyak 17 gampong yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terendam banjir pada Sabtu (31/10/2026) malam. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, mengatakan berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Pidie Jaya, banjir melanda sejumlah wilayah dengan ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga satu meter.

“Terendamnya permukiman warga dengan ketinggian air berkisar 20 sampai dengan 100 cm,” kata Bahron, Minggu (1/11/2026).

Di Kecamatan Meurah Dua, banjir merendam enam gampong, yakni Geunteng, Blang Cut, Dayah Usen, Meunasah Mancang, Pante Beurene, dan Dayah Kruet. Sementara di Kecamatan Meureudu, terdapat lima gampong yang terdampak, yaitu Berawang atau Simpang 3, Meunasah Lhok, Manyang Cut, Mesjid Tuha, dan Grong-Grong Beuracan.

Banjir juga melanda Gampong Jeulanga di Kecamatan Bandar Dua. Di Kecamatan Bandar Baru, genangan terjadi di Gampong Balang Sukon, Sagoe Langien, dan Blang Glong.

Adapun di Kecamatan Panteraja, dua gampong yang terdampak banjir adalah Lhok Puuk dan Muka Blang.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Aceh Hingga 3 November

Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, di antaranya jalan, tanggul sungai, dan sekolah. Hingga Minggu, jumlah warga terdampak maupun pengungsi masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Sementara itu, Muhammad Nasir, staf Pesantren Tahfidz Rayatul Quran di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, mengatakan air mulai menggenangi kawasan sekitar pesantren sejak Sabtu malam. Ketinggian air terus meningkat hingga mencapai sekitar satu meter di halaman pesantren pada Minggu dini hari.

Ia menjelaskan, genangan mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian, sekitar pukul 01.00 WIB, ketinggian air di halaman pesantren mencapai satu meter.

Menurut Nasir, hujan lebat mulai reda sekitar tengah malam dan berlanjut dengan gerimis. Sejak sekitar pukul 01.00 WIB, ketinggian air tidak lagi mengalami peningkatan.

Air kemudian mulai berangsur surut pada Minggu siang. Meski demikian, genangan masih terlihat di sekitar pesantren dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter atau sedikit di atas lutut orang dewasa.

“Air mulai surut pada Minggu siang. Saat ini ketinggian air kurang lebih 50 cm atau di atas lutut orang dewasa,” kata Nasir.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *