BREAKING
Daerah

Dinas Pendidikan Aceh Mediasi Protes Siswa SMAN 1 Peudada

Dinas Pendidikan Aceh Mediasi Protes Siswa SMAN 1 Peudada
Kepala SMAN 1 Peudada, Fadli, bersama Kabid Pembinaan SMA Disdik Aceh, Syarwani Joni, bersalaman dengan Ketua OSIS, FIki, usai mediasi, Rabu (26/8/2026). Foto: Komparatif.ID/Rizal Bank Pineung.

Komparatif.ID, Bireuen— Dinas Pendidikan Aceh turun langsung memediasi permasalahan antara Pengurus OSIS dan Kepala SMAN 1 Peudada, Fadli, S.Pd., M.M., pada Rabu (26/8/2026).

Mediasi dipimpin Kepala Bidang Pembinaan SMA, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (SMA dan PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Syarwani Joni, S.Pd., M.Pd. Dalam pertemuan tersebut, pihak Dinas Pendidikan Aceh meminta seluruh pihak untuk kembali membangun komunikasi dan saling merangkul demi keberlangsungan proses pendidikan di sekolah.

Syarwani menjelaskan, Fadli baru menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Peudada selama 29 hari, terhitung sejak serah terima jabatan pada 29 Juli 2026. Selain itu, kepala sekolah yang bersangkutan masih berada dalam masa percobaan selama enam bulan sejak pelantikan.

“Saat dilantik, para kepala sekolah telah menandatangani pakta integritas, termasuk saya. Masa percobaannya selama enam bulan, namun saya telah melewati masa percobaan tersebut,” ujar Syarwani Joni.

Ia juga memastikan tidak akan ada siswa yang dikeluarkan maupun guru yang dipindahkan sebagai dampak dari persoalan tersebut. Menurutnya, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan mengedepankan komunikasi dan kebersamaan.

Baca juga: Kepala SMAN 1 Peudada Angkat Bicara Usai Diprotes Siswa

“Jaminan saya, tidak ada pemecatan siswa atau guru yang akan dipindah tugaskan. Semua harus merangkul satu sama lain,” tegasnya.

Syarwani menilai aksi damai yang dilakukan para siswa merupakan hal yang wajar karena mereka masih berada dalam proses belajar. Namun, ia mengingatkan pengelolaan sekolah tetap harus berpedoman pada aturan yang berlaku.

Menurutnya, sekolah tidak dapat dikelola hanya berdasarkan keinginan siswa, kepala sekolah, maupun guru. Setiap kebijakan harus tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam mediasi tersebut, Fadli diberikan kesempatan untuk memperbaiki pola komunikasi dengan para guru dan pengurus OSIS. Ia juga diminta menggelar rapat bersama guru maupun pengurus OSIS untuk membangun kembali komunikasi yang sempat mengalami kebuntuan.

Selain itu, kepala sekolah diperintahkan untuk mengaktifkan kembali seluruh wakil kepala sekolah yang membidangi tugas masing-masing.

Ketua Komite SMAN 1 Peudada, Tgk M Nur, berharap para siswa dan kepala sekolah kembali menjalin komunikasi yang sempat buntu.

Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 1 Peudada, Fiki Ferdiansyah, bersama sejumlah pengurus OSIS mengatakan pihaknya menyambut baik mediasi yang diinisiasi Disdik Aceh.

“Kami telah menerima ajakan orangtua kami dari Dinas Pendidikan Aceh dan Kacabdin Bireuen,” ujar Fiki.

Fiki mengatakan pihaknya berharap perubahan yang disampaikan dalam mediasi benar-benar dapat diwujudkan. Para pengurus OSIS, kata dia, siap menjalankan proses tersebut dengan baik setelah adanya kesepakatan untuk memperbaiki komunikasi antara siswa dan pihak sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *