Komparatif.ID, Banda Aceh— Sejak Muzakir Manaf memimpin Aceh, setidaknya sudah empat orang yang silih berganti menjadi Plt Sekda Aceh. Pertama Diwarsyah yang ditunjuk pada 14 Oktober 2024 hingga 19 Februari 2025. Diwarsyah merupakan salah satu ASN Aceh yang dekat dengan Muzakir Manaf.
Banyak orang menduga dia akan diangkat sebagai Sekda Aceh definitif. Tapi jalan sejarah bercerita lain. Dia didepak dari Plt Sekda Aceh, tepat pada usia jabatannya empat bulan lima hari. Dia dicopot di tengah kesibukannya mendampingi Muzakir Manaf melantik para bupati dan wakil bupati di Aceh.
Gubernur Aceh menunjuk Alhudri sebagai Plt Sekda Aceh. Saat itu Alhudri sudah menjadi calon peserta Pilkada Aceh Tengah 2024 bersama Alaiddin Abu Abbas. Dia tiba-tiba mundur dari pencalonan. Menyebabkan dunia politik Tanoh Gayo terguncang. Alaiddin Abu Abbas sakit kepala, para timses pusing tujuh keliling.
Alhudri dikenal sebagai birokrat berjiwa franco. Dia mundur dari pencalonan, dan ditunjuk sebagai staf ahli. Sekali lagi dunia politik dan birokrasi terguncang. Ternyata selama pencalonan, Alhudri tidak mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil. Sekali lagi dia menunjukkan bahwa dirinya seorang cowboy.
Ternyata akhirnya terjawab, dia telah menjalin komitmen dengan Muzakir Manaf, akan dipilih sebagai Sekda bila Mualem menang kontestasi.
Alhudri ditunjuk oleh Muzakir Manaf sebagai Plt Sekda Aceh pada 19 Februari 2025. 26 hari kemudian dia dicopot. Posisinya digantikan oleh M. Nasir, sosok ASN yang dikenal sangat dekat dengan Mualem.
M. Nasir menjabat sebagai Plt Sekda Aceh selama lima bulan. Kemudian dia dilantik sebagai Sekda Aceh definitif. Akan tetapi, pada 21 Agustus 2026, Nasir dicopot dari jabatannya, tepat pada usia jabatan tersebut dia sandang 1 tahun sembilan hari.
Bola panas kemudian menggelinding, pada 24 Agustus 2026 Mualem lalu menunjuk Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Taufik, sebagai Plt Sekda Aceh.
Usai kembali lowong, Komparatif.ID menyusun tujuh calon potensial paling tepat berdasarkan rekam jejak untuk mengisi posisi Sekda Aceh definitif yang telah memenuhi syarat kualifikasi, serta pernah menduduki setidaknya dua jabatan Pimpinan Tinggi Pratama berbeda secara kumulatif paling kurang selama 5 tahun. Berikut daftarnya:
Dr. H. T. Ahmad Dadek, S.H., M.H
Jabatan Saat Ini: Perencana Ahli Utama di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh
Ahmad Dadek lahir di Meulaboh, Aceh Barat, pada 29 November 1968. Setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia sempat berkarier di dunia jurnalistik sebagai Manajer Promosi Harian Serambi Indonesia. Ia juga pernah menjadi Redaktur Opini Serambi Indonesia pada 1992–1994. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di sejumlah media nasional, termasuk Kompas dan The Jakarta Post.
Karier birokrasi Dadek kemudian berkembang di Aceh Barat. Ia pernah menjadi camat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kepala Bappeda Aceh Barat. Di tingkat Pemerintah Aceh, ia pernah dipercaya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Asisten II Sekda Aceh sebelum menjadi Kepala Bappeda Aceh.
Saat ini, Dadek menjabat Perencana Ahli Utama di Bappeda Aceh. Ia dilantik pada 19 Februari 2025 dan disebut sebagai satu-satunya aparatur sipil negara di Aceh yang memegang posisi fungsional tertinggi tersebut.
Karier:
Kepala Bappeda Aceh Barat (2015-2018).
Staf Ahli Bupati Aceh Barat Bidang Perekonomian dan Pembangunan (2018).
Kepala Pelaksana BPBA (2018).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh (2019).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (2019).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh (2021-2025).
Penjabat (Pj.) Bupati Pidie Jaya (Desember 2024–Februari 2025).
Perencana Ahli Utama di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh (2025—sekarang).
Dr. Azwardi Abdullah, AP. M.Si
Jabatan saat ini: —
Dr. Azwardi Abdullah, AP, M.Si menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor, Jawa Barat, lalu magister di Universitas Indonesia, Jakarta, serta menyelesaikan program doktoral di Universitas Syiah Kuala (USK).
Ia dikenal sebagai birokrat Aceh yang memiliki perjalanan karier panjang nan mentereng di pemerintahan. Setelah menyelesaikan pendidikan ikatan dinas di STPDN pada 1998, Azwardi memulai tugas sebagai Kepala Urusan dan kemudian dipercaya menjadi Kasi Pemerintahan pada Kantor Camat Sukakarya, Sabang.
kariernya terus berkembang hingga menduduki posisi Katibul Wali di Lembaga Wali Nanggroe Aceh.
Pada 2023, Azwardi dilantik oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki sebagai Pj Bupati Aceh Utara. Berbekal pengalaman mentereng di Aceh Utara, pada Juni 2024 DPRK Banda Aceh mengusulkan Azwardi sebagai calon Pj Wali Kota Banda Aceh ke Mendagri.
Setelah menyelesaikan tugas di Aceh Utara, Azwardi kembali ke Pemerintah Aceh dan menjabat sebagai Asisten I Sekda Aceh. Ia lalu ditunjuk sebagai Pj Sekda Aceh dan Komisaris Utama Bank Aceh Syariah (BAS).
Saat menjabat Pj Sekda ia bertugas sebagai Ketua Harian PB PON 2024, Azwardi berhasil memimpin penyelenggaraan administrasi persiapan dan pelaksanaan hajatan akbar nasional Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Aceh-Sumut sehingga event nasional tersebut berhasil dilaksanakan dengan sukses tanpa meninggalkan masalah.
Setelah masa tugasnya sebagai Pj Sekda berakhir, Azwardi kemudian ditunjuk Pj Bupati Aceh Barat untuk memimpin masa transisi. Jabatan Asisten I kemudian berakhir setelah ia dilantik Mualem sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh (MPA).
Karier:
Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh (Katibul Wali) (2020-2022).
Penjabat Bupati Aceh Utara (14 Juli 2022—14 Juli 2023).
Asisten I (Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat) Sekda Aceh (16 Agustus 2023–19 Mei 2025).
Pelaksana Harian (Plh) & Penjabat (Pj) Sekda Aceh (13 Maret 2024–14 Oktober 2024).
Penjabat Bupati Aceh Barat (11 Oktober 2024–19 Februari 2025).
Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh (MPA) (19 Mei 2025–27 Februari 2026).
Baca juga: Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, Nasir Digeser ke Dinas Arpus
Drs. Alhudri, MM
Jabatan saat ini: Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Hubungan Kerjasama
Kariernya di pemerintahan dimulai dari jajaran kecamatan di Kabupaten Bener Meriah sebelum berkembang di lingkungan Pemerintah Aceh Tengah.
Pada 2014, Gubernur Aceh saat itu, dr. Zaini Abdullah, melantik Alhudri sebagai Kepala Satpol PP dan WH Aceh. Ia juga pernah menjadi Plt Bupati Aceh Tengah pada 2016 menjelang Pilkada dan setelah itu kembali menjabat Kepala Dinas Sosial Aceh.
Pada 2022, Alhudri dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Aceh. Setahun kemudian, ia ditunjuk Menteri Dalam Negeri sebagai Pj Bupati Gayo Lues.
Pada pertengahan 2024 ia mengundurkan diri dari jabatan Pj Bupati Gayo Lues untuk maju pada Pilkada Aceh Tengah berpasangan dengan Alaidin Abu Abbas yang diusung Demokrat, PAN, PDIP, Hanura, dan Ummat. Namun, ia kemudian mundur dari pencalonan pada September 2024.
222
Setelah kembali ke jajaran birokrasi, Alhudri sempat mengemban amanat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh pada 19 Februari hingga 17 Maret 2025, sebelum akhirnya digeser sebagai Staf Ahli Gubernur Aceh.
Karier:
Kepala Dinas Pendidikan Aceh (2021).
Penjabat (Pj.) Bupati Gayo Lues menggantikan Rasyidin Porang (2023).
Plt Sekda Aceh (19 Februari 2025 — 17 Maret 2025)
Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia, dan Hubungan Kerjasama (2026—sekarang)
Jamaluddin SE., M.Si
Jabatan saat ini: —
Jamaluddin adalah seorang birokrat senior di lingkungan Pemerintah Aceh yang pernah menjabat sebagai Inspektur Aceh, saat itu ia dilantik oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada 14 Juni 2022 menggantikan pejabat sebelumnya, Zulkifli, yang memasuki masa purna tugas.
Sejak akhir Juni 2025, ia resmi dibebastugaskan (dicopot) dari posisinya sebagai Kepala Inspektorat Aceh Jabatannya adalah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) non-job/staf di lingkungan Pemerintah Aceh setelah dibebastugaskan.
Karier:
Sekretaris Dinas Keuangan Aceh (2013–2014).
Kepala Dinas Keuangan Aceh (2014–2017).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) (2017–2019).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh (2019–2022).
Inspektur Provinsi Aceh (Kepala Inspektorat) (Juni 2022–Juni 2025).
Taufik, ST, M.Si
Jabatan Saat Ini: Plt Sekda Aceh/Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh.
Ia memulai karier sebagai CPNS pada 1992 dan sebagian besar perjalanan awalnya berada di sektor pertambangan dan energi.
Pada 2008–2014, Taufik menjabat Kepala Subbagian Umum Sekretariat Dinas Pertambangan dan Energi Aceh. Ia kemudian menjadi Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Aceh pada 2014–2017. Setelah nomenklatur berubah menjadi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, ia tetap menjabat sebagai sekretaris hingga 2024.
Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya menjadi Kepala Dinas ESDM Aceh pada 2024. Pada 11 Oktober 2024, Taufik dilantik sebagai Pj Bupati Aceh Tenggara oleh Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA.
Pada Februari 2026, alumnus Universitas Merdeka Malang itu dilantik sebagai Kepala Dinas Perkim Aceh. Ia juga tercatat mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan kepemimpinan pemerintahan, mulai dari Diklat PIM IV, Sepadya/Sparma/PIM III hingga Spamen/PIM II/RLA/PKN II.
Karier:
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh (2024).
Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tenggara (2024-2025).
Kepala Dinas (Kadis) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh (Februari 2026–sekarang).
Plt Sekda Aceh (Agustus 2026–sekarang).
Dr. Ir. Zulkifli. M.Si
Jabatan Saat Ini: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh
Ia merupakan birokrat senior di lingkungan Pemerintah Aceh yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh. Ia pada akhir Februari 2026 menggantikan Dr. Husnan.
Zulkifli dikenal sebagai sosok perencana pembangunan yang berpengalaman. dengan rekam jejak panjang di birokrasi Aceh. Ia pernah menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh serta Asisten II Sekda Aceh bidang perekonomian dan pembangunan.
Karier:
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh (2021–2024).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh (Asisten II) (Mei 2024–Februari 2026).
Kepala Bappeda Aceh (Februari 2026 – Sekarang).
Dr. Iskandar, AP, S.Sos., M.Si
Jabatan Saat Ini: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh
Iskandar saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh. Pendidikan menengahnya ditempuh di Lhokseumawe. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di STPDN Jatinangor, ia kemudian menyelesaikan S-1 Ilmu Administrasi Negara di Universitas Brawijaya Malang.
Pendidikan akademiknya berlanjut hingga jenjang magister dengan mengambil S-2 Ekonomi Pembangunan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan S-3 Ilmu Sosiologi di Universitas Indonesia Jakarta.
Dalam perjalanan kariernya sebagai birokrat, Iskandar pernah dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kota Lhokseumawe pada 2017. Setahun kemudian ia menjadi Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerjasama Sekda Aceh.
Karier:
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kota Lhokseumawe (2017).
Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerjasama Sekda Aceh (2018).
Kepala Badan Kepegawaian Aceh (2019-2021).
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh (2021–2024).
Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya (2024-2025).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh (2025–sekarang).
