BREAKING
Politik

Bupati Mukhlis Hadiri MUSDA VII Golkar Bireuen, Dorong Kepengurusan Tetap Solid

Bupati Mukhlis Hadiri MUSDA VII Golkar Bireuen, Dorong Kepengurusan Tetap Solid
Bupati Bireuen yang juga Ketua DPD II Golkar Bireuen, Ir. H. Mukhlis, saat menyerahkan cinderamata kepada sesepuh Golkar. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Bupati Bireuen yang juga Ketua DPD II Golkar Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T menghadiri Musyawarah Daerah (MUSDA) VII DPD II Golkar Kabupaten Bireuen yang digelar di Aula Hotel Fajar, Kamis (20/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Mukhlis mendorong agar kepengurusan Golkar Bireuen yang terbentuk melalui MUSDA VII tetap solid, berintegritas, dan visioner. Ia juga mengapresiasi capaian Golkar Bireuen pada Pileg 2024 lalu berhasil memperoleh alokasi kursi signifikan di DPRK Bireuen.

Bupati Mukhlis berharap keberadaan fraksi Golkar yang kuat di DPRK Bireuen dapat menjalankan perannya sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, perbedaan pandangan politik perlu ditempatkan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang dapat mendorong lahirnya kebijakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

“Melalui MUSDA VII ini, saya berharap lahir struktur kepengurusan yang solid, berintegritas, serta visioner. Mari kita jadikan perbedaan pandangan politik sebagai wujud dinamika demokrasi yang mendewasakan,” katanya.

Baca juga: Ketua DPP Golkar Andi HS Desak DPR Prioritaskan Revisi UU Pemerintah Aceh

Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi atas capaian Golkar Bireuen pada Pemilu lalu. Ia menilai perolehan kursi yang signifikan di lembaga legislatif menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.

“Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang luar biasa atas capaian Golkar Kabupaten Bireuen, di mana Golkar berhasil meraih kepercayaan masif dari masyarakat sehingga memperoleh alokasi kursi yang sangat signifikan di lembaga legislatif Kabupaten Bireuen,” ujar Bupati Mukhlis.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana Taufiq Ridha. Dalam laporannya, ia menyampaikan MUSDA VII dilaksanakan sebagai forum konsolidasi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode sebelumnya sekaligus memilih kepengurusan baru DPD II Golkar Kabupaten Bireuen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan amanah besar dari masyarakat yang harus dijalankan dengan baik. Ia berharap fraksi Golkar yang kuat di DPRK Bireuen dapat menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam melahirkan kebijakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Aceh H. M. Salim Fakhry mengatakan MUSDA merupakan momentum konsolidasi organisasi. Ia menekankan pentingnya seluruh kader menjalankan proses dan tahapan sesuai mekanisme yang terbuka serta berlaku secara adil.

“Organisasi yang modern wajib menjalankan proses serta tahapan sesuai mekanisme yang terbuka dan berlaku secara adil. Saya imbau seluruh kader mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan bersama,” tegas Salim Fakhry.

Ia meminta persaingan politik dilakukan secara sehat tanpa mengganggu kepentingan organisasi politik lain.

“Siapapun yang terpilih kedepannya kita harus menjaga kebersamaan dengan organisasi politik lain. Fokus kita memenangkan usungan masing-masing secara sehat tanpa mengganggu atau mencuri kursi milik organisasi lain,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi capaian Golkar di Kabupaten Bireuen, termasuk posisi Ketua DPRK, serta dukungan para tokoh partai dalam membangkitkan Golkar di Aceh dan Bireuen.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghormatan kepada para pinisepuh Partai Golkar. Cinderamata diserahkan oleh Salim Fakhry didampingi Bupati Mukhlis kepada empat tokoh pinisepuh Golkar, yakni M. Amin Hamzah, Aziz Ishak, H. Zainal Abidin Mahmud, dan H. Yusri Abdullah.

MUSDA VII Golkar Bireuen turut dihadiri Anggota DPR RI dari Golkar, para pimpinan organisasi politik se-Kabupaten Bireuen, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, pengurus Golkar se-Kabupaten Bireuen, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat, peserta musyawarah dan tamu undangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *