BREAKING
Teknologi

Berawal dari Blog, Akmal Kini Kembangkan Aplikasi Invoice Digital

Berawal dari Blog, Akmal Kini Kembangkan Aplikasi Invoice Digital
Akmal, pengembang aplikasi SafInvoice. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Bireuen— Akmal, pemuda asal Kutablang, mengembangkan SafInvoice—aplikasi invoice digital untuk membantu pelaku usaha membuat dan mengelola faktur. Aplikasi tersebut lahir dari proses belajar mandiri yang dimulai Akmal dari blogging, pembuatan website, HTML, desain grafis, hingga UI/UX.

SafInvoice dikembangkan melalui SafProject, upaya Akmal membangun produk dan layanan digital secara mandiri. Dalam proses pengembangannya, ia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan berbagai platform pengembangan aplikasi, sementara perancangan fitur, alur bisnis, desain, pengujian, dan evaluasi tetap dilakukan berdasarkan kebutuhannya terhadap produk.

Awal Mula Kembangkan Aplikasi Invoice Digital

Ketertarikan Akmal terhadap teknologi bermula dari blogging. Aktivitas tersebut membuatnya mulai mengenal dunia internet dan tertarik membuat serta mengelola website menggunakan WordPress.

Dari sana, ia kemudian mempelajari HTML dan berbagai dasar pembuatan website. Ketertarikannya terhadap visual membawanya mempelajari desain grafis dan UI/UX.

Seluruh proses tersebut dilakukan Akmal secara mandiri meski tidak memiliki latar belakang sebagai programmer. Pengalaman sebagai blogger, pembuat website, pembelajar HTML, desain grafis hingga UI/UX secara bertahap membentuk pemahamannya mengenai berbagai sisi pengembangan produk digital.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah SafInvoice. Aplikasi ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha membuat dan mengelola invoice dengan lebih mudah.

Dalam pengembangannya, Akmal tidak hanya memikirkan tampilan aplikasi. Berbagai bagian sistem harus dipikirkan, mulai dari pembuatan invoice, pengelolaan data, autentikasi pengguna, penyimpanan data, laporan, hingga memastikan data yang ditampilkan tetap akurat.

Proses tersebut membuat pengembangan SafInvoice menjadi lebih kompleks dibandingkan sekadar membuat halaman website. Berbagai persoalan yang muncul menjadi bagian dari proses belajar Akmal.

Baca juga: Tak Perlu Aplikasi, WhatsApp Web Hadirkan Fitur Panggilan Suara dan Video

Ada fitur yang tidak berjalan sesuai harapan dan ada bagian sistem yang harus diperbaiki beberapa kali agar dapat bekerja dengan benar. Dari proses itu, ia menyebut memahami membangun aplikasi bukan hanya persoalan tampilan, tetapi juga bagaimana seluruh bagian sistem dapat bekerja secara terintegrasi.

Dalam proses pengembangan, teknologi AI dan platform pengembangan aplikasi modern turut digunakan untuk membantu mempercepat pekerjaan. Namun, menurut Akmal teknologi tersebut tetap menjadi alat (tools).

Ide, desain, alur bisnis, keputusan fitur, pengujian, dan evaluasi tetap membutuhkan pemikiran dari Akmal sebagai pengembang.

Bagi Akmal, SafInvoice bukan sekadar aplikasi invoice. Produk tersebut menjadi bagian dari perjalanan belajar yang dilakukan selama bertahun-tahun dan mempertemukan berbagai pengalaman yang sebelumnya dijalani secara terpisah.

Akmal menjelaskan SafInvoice sendiri masih terus dikembangkan. Berbagai fitur dan pengalaman pengguna terus dievaluasi agar aplikasi tersebut dapat semakin baik dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *