Komparatif.ID, Banda Aceh— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi Aceh year on year (y-on-y) pada Juli 2026 mencapai 5,38 persen. Dari lima kabupaten/kota yang menjadi wilayah pemantauan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91 persen.
Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria SST, M.Si, menyampaikan pada Juli 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Aceh tercatat sebesar 115,87, meningkat dibandingkan IHK Juli 2025 yang berada pada level 109,95.
“Juli 2026 inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Aceh sebesar 5,38 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91 persen,” kata Agus saat rilis BPS Aceh, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan wilayah pemantauan, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Aceh Tengah dengan angka 6,91 persen dan IHK sebesar 120,00. Sementara inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,50 persen dengan IHK 115,52.
Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2026 menunjukkan adanya kenaikan. Inflasi tahunan tersebut dipengaruhi kenaikan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 6,49 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 2,41 persen. Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 3,48 persen, kelompok kesehatan 2,01 persen, serta kelompok transportasi sebesar 5,69 persen.
Baca juga: Safrizal Ingatkan Pemerintah Aceh Waspadai Inflasi dan Ketergantungan Fiskal
Kenaikan juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,90 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,70 persen, kelompok pendidikan 0,80 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat kenaikan sebesar 11,12 persen.
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 9,36 persen. Adapun satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98 persen.
Untuk perkembangan harga secara bulanan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Aceh pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,24 persen. Sedangkan inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,28 persen.
BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y pada Juli 2026. Komoditas tersebut antara lain nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, bensin, tomat, sigaret kretek mesin (SKM), bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan cabai rawit.
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi y-on-y. Komoditas tersebut meliputi bawang merah, baju muslim wanita, tarif air minum PAM, telur ayam ras, ikan biji nangka atau ikan kuniran, ikan bandeng atau ikan bolu, kelapa, pucuk labu, jeruk, serta kue bolu atau tart.
