BREAKING
Daerah

MBG Bantu Siswa SMAN 1 Peudada Pangkas Pengeluaran Jajan

MBG Bantu Siswa SMAN 1 Peudada Pangkas Pengeluaran Jajan
Siswi SMAN 1 Peudada saat menyantap menu MBG, Senin (3/8/2026). Foto: Komparatif.ID/Rizal Bank Pineung.

Komparatif.ID, Bireuen— Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) turut membantu siswa SMA Negeri 1 Peudada, Kabupaten Bireuen, menghemat uang jajan. Siswa yang sebelumnya hampir setiap hari membeli jajan kini terbantu dengan menu MBG yang diterima secara rutin.

Program tersebut disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Meunasah Cut, Kecamatan Peudada. Bagi sejumlah siswa, keberadaan MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan makan saat berada di sekolah, tetapi juga membuat uang jajan yang biasanya digunakan untuk membeli makanan dapat disisihkan.

Salah seorang siswa, Zahra, mengatakan sebelum adanya MBG dirinya hampir setiap hari membeli bakso. Kini, uang jajan yang diberikan orang tua dapat lebih dihemat, terutama karena kebutuhan makan siang di sekolah sudah tersedia.

“Dengan MBG, uang jajan Rp10 ribu bisa hemat sampai Rp5 ribu. Bahkan ada yang bisa disisihkan semua. Uangnya bisa dipakai beli berbagai kebutuhan lain,” kata Zahra, Senin (3/8/2026).

Menurut Zahra, menu MBG yang diterima siswa juga bervariasi. Pada Senin, menu yang disajikan terdiri dari nasi, tempe, sayur labu, dan daging rendang. Sementara pada hari-hari sebelumnya, siswa mendapatkan menu seperti udang dan ikan.

Baca juga: Aceh Utara Jadi Daerah dengan Penerima MBG Terbanyak di Aceh

Wakil Kepala Kesiswaan SMA Negeri 1 Peudada sekaligus Koordinator MBG, Tarwiyah, mengatakan pihak sekolah menerima 447 porsi MBG setiap hari. Porsi tersebut diperuntukkan bagi siswa dan guru di sekolah.

Tarwiyah menyebut penyaluran MBG di SMA Negeri 1 Peudada sejauh ini berjalan lancar. Pihak sekolah juga melakukan pengawasan terhadap kualitas makanan yang diterima dan berkoordinasi dengan SPPG apabila terdapat catatan terkait pelaksanaan program tersebut.

“Saya komunikasi dengan kepala SPPG setiap hari untuk memantau perkembangan MBG. Selama ini mereka menindaklanjutinya,” ujar Tarwiyah.

Ia mengatakan pihak sekolah juga telah menggelar rapat pada Jumat, 31 Juli 2026, untuk membahas keberlanjutan program MBG. Dalam rapat tersebut, mayoritas siswa dan guru setuju agar program tersebut tetap dilanjutkan.

“Mereka berharap bantuan MBG untuk SMA tetap ada. Tergantung kebijakan pemerintah ke depan bagaimana melanjutkannya,” kata Tarwiyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *