Komparatif.ID, Jakarta— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan tabung compressed natural gas (CNG) Merah Putih ukuran 3 kilogram (kg) kini memasuki tahap akhir pengujian.
Pemerintah menyebut pengujian CNG 3 kg yang tersisa adalah uji tembak untuk memastikan kelayakan tabung tersebut sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.
Bahlil mengatakan uji tembak akan dilakukan di China dan Indonesia. Untuk pengujian di dalam negeri, proses tersebut akan dilakukan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
“Menurut informasi yang saya terima tinggal uji tembak saja yang belum, karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 (derajat celcius) panasnya itu. Itu sudah tinggal uji tembak saja,” ungkap Bahlil melansir BloombergTechnoz, Selasa (4/8/2026).
Menurut Bahlil, pengujian di dua negara tersebut akan dilakukan untuk memastikan kesiapan tabung CNG 3 kg sebelum masuk ke tahapan berikutnya. Ia mengatakan uji tembak di Indonesia akan dilakukan secepatnya di Lemigas.
Bahlil berharap pemerintah sudah dapat memperkenalkan CNG Merah Putih 3 kg kepada masyarakat pada Agustus 2026. Namun, sebelum diperkenalkan, proses pengujian menjadi tahapan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Baca juga: Bertekanan Tinggi, Ini Bahaya CNG 3 Kilogram Dipergunakan Rumah Tangga
Pengembangan CNG 3 kg sebelumnya direncanakan pemerintah untuk digarap melalui kerja sama dengan BUMN pertahanan, PT Pindad (Persero).
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan uji coba penggunaan tabung CNG 3 kg di sejumlah kota besar.
“Uji cobanya di kota-kota besar dahulu ya, mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat,” ujar Laode di sela acara GHES 2026, Selasa (21/7/2026).
Laode mengatakan sampel tabung CNG 3 kg harus melalui serangkaian pengujian di Lemigas sebelum nantinya dapat didistribusikan secara luas kepada masyarakat.
