Komparatif.ID, Blangkejeren— Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong sejumlah solusi untuk mempercepat penyediaan lahan hunian tetap bagi sekitar 3.660 keluarga di Kabupaten Gayo Lues.
Kebutuhan lahan huntap tersebar di 15 lokasi dengan perkiraan biaya pembebasan sebesar Rp15 miliar. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah menyiapkan Rp8 miliar sehingga masih terdapat kekurangan sekitar Rp7 miliar yang perlu segera dipenuhi agar proses pengadaan lahan tidak menghambat pembangunan.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pada Kamis (30/7/2026), Tim Monev Aceh-2 Satgas PRR merekomendasikan pemanfaatan sebagian dana hibah sebesar Rp25 miliar yang diterima Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
“Satgas memberikan alternatif pemenuhan anggaran melalui dana hibah yang diterima oleh Pemkab Gayo Lues sebesar Rp25 miliar dari Pemkab Labuhanbatu, sehingga sisa anggaran pemenuhan lahan huntap dapat dipenuhi oleh Pemkab,” tulis Ketua Tim Monev Aceh-2 Satgas PRR, Brigjen TNI (Mar) Guslin Kamase, dikutip pada Senin (3/8/2026).
Baca juga: Satgas PRR: 415 Jembatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rampung
Satgas PRR juga meminta pemerintah daerah memastikan seluruh lahan huntap berstatus clear and clean. Kepastian legalitas, kesesuaian tata ruang, dan keamanan lokasi diperlukan agar pembangunan dapat segera dilakukan tanpa menimbulkan persoalan hukum maupun risiko baru bagi masyarakat.
Selain hunian, Tim Monev menemukan kerusakan infrastruktur yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Ruas jalan yang menghubungkan Blangkejeren dengan Peureulak di Aceh Timur dan Blangpidie di Aceh Barat Daya masih terputus.
Empat titik di Kampung Kuta Lintang, Desa Tetuntun, Desa Tangsaran, dan Desa Ramung Musara sepanjang sekitar 300 meter juga memiliki kerawanan longsor tinggi pada jalur Blangkejeren–Kutacane.
Tiga jembatan strategis turut memerlukan penanganan, yakni Jembatan Kendawi, Jembatan Perlak Gelinggang, serta jembatan rangka baja di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining.
“Perbaikan Jembatan di Desa Kendawi dan di Desa Gelinggang serta Jembatan Rangka Baja di Desa Pintu Rime Kecamatan Pining memerlukan penanganan segera karena ketiga jembatan tersebut menghubungkan permukiman warga di beberapa kecamatan dan hubungan antarkabupaten,” imbuh Guslin.
