Monday, 12 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Gaya Hidup

Dipinjam 150 Tahun Lalu, Buku The Antiquities of Athens Dikembalikan, Dendanya Capai Rp355 Juta

Dipinjam 150 Tahun Lalu, Buku The Antiquities of Athens Dikembalikan, Dendanya Capai Rp355 Juta
Buku The Antiquities of Athens. Foto: The Greek Antics.

Buku The The Antiquities of Athens dipinjam 150 tahun lalu di Pustaka Publik Kiama di Australia. Karena keterlambatan pengembalian, total denda yang harus dibayar mencapai Rp355 juta.

Komparatif.ID, New South Wales– Pustaka Kiama telah berdiri sejak 1872 di Kota Kiama, Wilayah Illawarra, 120 kilometer dari Sydney, Australia. Pada 30 Juli 2026, para pengelola Pustaka Kiama yang beralamat di 7 Railway Parade, Kiama, NSW 2533, Australia, berdecak kagum, haru, sekaligus tidak percaya.

Mulut mereka terganggu, bola mata mereka membulat. Sesuatu yang sangat berharga, tiba-tiba datang kembali, setelah 150 tahun hilang.

Seorang laki-laki berusia 77 tahun bernama Ross Simmons, tiba-tiba datang ke Pustaka Kiama. Ia membawa satu eksemplar buku 70 halaman berjudul The Antiquities of Athens, karya James Stuart dan Nicholas Revett.

Buku karya arkeolog dan arsitek asal Inggris tersebut mulai diterbitkan tahun 1762. Sebuah karya multi-volume berisi survei akurat pertama tentang arsitektur kuno Athena dan menjadi pondasi utama lahirnya gerakan neoklasik internasional yang dikenal sebagai Greek Revival (Kebangkitan Yunani).

Buku yang dibawa Ross merupakan hasil cetak ulang abad ke-19. Diterbitkan di London oleh Henry G. Bohn. Hal yang paling menarik, buku tersebut merupakan 1000 koleksi pertama Pustaka Kiama.

Baca juga: Perpustakaan UIN Ar-Raniry Raih Akreditasi Unggul dari Perpusnas

Salinan edisi 1858 ini memuat 70 ilustrasi pelat hitam-putih, termasuk beberapa halaman bergambar yang dapat dilipat (fold-out). Gambar-gambar tersebut berisi visualisasi arsitektur purbakala Athena yang diukur secara presisi oleh James Stuart dan Nicholas Revett.

Di bagian halaman depan (frontispiece), terdapat kertas tempel berisi By-Laws (peraturan daerah) tertanggal 9 Juli 1872 yang ditandatangani oleh Wali Kota Kiama saat itu, Joseph Pike. Lembar inilah yang memuat aturan denda keterlambatan sebesar 3 pence per minggu serta larangan meminjam bagi orang yang mabuk.

Ross tidak sengaja menemukan buku tersebut. Ia menemukan buku itu saat sedang melakukan proyek renovasi rumah lamanya yang terletak di Manning Street, Kiama, Australia. Buku itu tersembunyi dengan aman di dalam sebuah peti teh kuno yang sengaja ditutup dengan semen dan batu bata di dalam sebuah perapian tua yang sudah lama dinonaktifkan.

Begitu menemukannya ia langsung mengembalikan. Petugas Pustaka sangat bahagia. Mereka menghitung jumlah denda, dan hasilnya mencari ratusan juta rupiah (bila dikonversikan ke rupiah). Tapi denda itu tidak perlu dibayar karena catatan tentang peminjaman buku tersebut tidak lagi ditemukan.

Siapa peminjam buku tersebut? Kemungkinan besar buyutnya Ross bernama John Simmons, seorang Dewan Kota di Kiama. Statusnya sebagai peminjam buku semakin relevan karena catatan sejarah menunjukkan bahwa pada era 1870-an, terdapat seorang arsitek ternama bernama John Simmons di wilayah Kiama.

Well, well. Hal. Paling menarik bahwa sejak buku itu dikembalikan, pihak perpustakaan tidak akan lagi meminjamkannya kepada peminjam lain.

Disitat dari berbagai sumber seperti: CNN, Salon, ZME Science, ynetnews, dll.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *